Sabtu, 7 Maret 2026

Ramadan Gorontalo

Jelang Ramadan di Kota Gorontalo, Harga Ayam Naik Jadi Rp125 Ribu Per Ekor di Pasar Sentral

Pantauan TribunGorontalo.com, Senin (24/2/2025) harga ayam mencapai Rp125 ribu per ekor. Padahal sebelumnya hanya berkisar di Rp75-90 ribu.

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Jelang Ramadan di Kota Gorontalo, Harga Ayam Naik Jadi Rp125 Ribu Per Ekor di Pasar Sentral
TribunGorontalo.com/Faisal Husuna
HARGA AYAM : Harga ayam di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengalami kenaikan, Senin (24/2/2025). Rahmat Mustapa salah satu pedagang mengatakan kenaikan harga tahun ini diikuti dengan sedikitnya pembeli. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harga ayam di Kota Gorontalo ini naik drastis.

Faktor utama pemicu harga ayam ini melonjak karena warga Gorontalo memiliki tradisi pada awal ramadan akan menyantap menu sahur dengan menu ayam.

Sehingga menjelang ramadan, warga Gorontalo akan menyetok daging ayam sebagai santapan di sahur pertama.

Pantauan TribunGorontalo.com, Senin (24/2/2025) harga ayam kini mencapai Rp125 ribu per ekor.

Baca juga: Jelang Ramadan, Disperindag Kabupaten Gorontalo Akan Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga Pangan

Padahal harga ayam sebelumnya hanya berkisar di Rp75-90 ribu per ekor.

Kini, harga ayam menjadi Rp75-125 ribu per ekor.

Harga ayam tersebut dipantau di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jalan Pattimura, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi gorontalo.

"Iya saat ini harga ayam naik, Rp75-125 ribu per ekor," ujar Rahmat Mustapa, salah satu pedagang ayam di Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Kata Rahmat, harga ayam itu bervariasi sesuai dengan ukurannya.

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai di Kota Gorontalo Naik Rp20 Ribu per Kg Sedangkan Telur Stabil

Rahmat juga mengeluhkan dengan pembeli ayam di tahun ini mengalami penurunan.

Biasanya kata Rahmat, walaupun harga ayam naik pembeli tetap banyak.

Namun di tahun ini, harga ayam melonjak, pembeli pun menurun.

"Saat ini pembeli sudah tidak seperti dulu. Tahun ini sangat turun," keluhnya.

Baca juga: Jelang Ramadan di Gorontalo, Warga Kabupaten Bone Bolango Resah Harga Tomat dan Cabai Naik

Dalam sehari ayam yang dijual Rahmat biasanya akan laku 20 ekor.

Tapi kini, dia hanya mampu menjual lima ekor saja.

Kata Rahmat, turunnya jumlah pembeli ini juga segaris dengan pengunjung Pasar Sentral yang makin berkurang.

Bahkan beberapa pedagang ayam seperti Rahmat memilih gulung tikar karena kehabisan modal.

"Kita di sini ada 8 orang, sekarang tinggal saya dan ayah saya yang berjualan. Yang lain berhenti," ucapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved