Selasa, 3 Maret 2026

Tribun UMKM

Merantau ke Gorontalo, Rosikun Rintis Usaha Kulit Lumpia Bulat

Rezeki Ituy rupanya bukan hanya pada soal pekerjaan, ia dipertemukan dengan wanita bernama Astrid Susanti, perempuan asal Batudaa, Kabupaten Gorontalo

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Merantau ke Gorontalo, Rosikun Rintis Usaha Kulit Lumpia Bulat
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
UMKM GORONTALO : Usaha Kulit Lumpia Bulat, Desa Dulomo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (22/2/2025). Cerita Rosikun alias Ituy, rintis usaha kulit lumpia. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Rosikun adalah pria asal Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang kini tinggal dan menetap di Gorontalo.

Pria yang kerap disapa Ituy ini, pertama kali menginjakan kaki di Gorontalo tahun 2022.

"Dulu saya masih kerja dan tinggal sama bos," ungkapnya, Sabtu (22/2/2025).

Saat itu ia bekerja sebagai tukang cetak kulit lumpia.

Namun kepiawaiannya dalam hal cetak limpia telah ia pelajari sejak tahun 1999.

Rezeki Ituy rupanya bukan hanya pada soal pekerjaan, ia dipertemukan dengan wanita bernama Astrid Susanti, perempuan asal Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Tak lama pacaran, Ituy memberanikan diri melamar Astrid.

Usaha di tempat Ituy bekerja mengalami perkembangan cukup pesat, hingga akhirnya awal tahun 2024, pencetakan lumpia di pabriknya mulai menggunakan mesin cetak otomatis.

"Saya bukan dipecat, tapi saya merasa tenaga saya sudah tidak begitu dibutuhkan," tuturnya.

Di waktu yang sama, Astrid tengah mengandung anak pertama Ituy. 

Ia kemudian memberanikan diri untuk berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri. 

Ituy lalu memutuskan pindah tempat tinggal ke Desa Dulomo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, tepatnya di samping Masjid At-Taqwa. 

Niat Ituy membangun usaha tak berjalan mulus, kendati niatnya begitu besar, namun ia terkendala di modal usaha. 

Umur kandungan Astrid mulai memasuki masa lahiran, sementara Ituy masih bingung cari modal usahanya. 

"Saya sudah cari pinjaman sana-sini tapi tidak dapat," keluhnya. 

Bermodal relasi saat bekerja di pabriknya dulu, ia memberanikan diri meminta modal usaha berupa tepung kepada pemilik toko. 

Permintaan Ituy berbuah mulus, ia mendapat bantuan pinjaman berupa tepung sebagai bahan dasar produksi kulit lumpia. 

Seiring usahanya mulai berjalan, Ituy akhirnya bisa melunasi modal pinjaman awal. 

Saat ini memang ia dan istrinya hanya mengandalkan penjualan via online / marketplace. 

"Ada juga yang langganan sering datang," bebernya. 

Usaha dengan nama "Cap Bintang" ini, tidak hanya menjual kulit lumpia saja. 

Ada beberapa produk juga yang ia jual meliputi kulit pangsit, nugget ayam, bakso tuna dan bakso ayam. (*/Jian) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved