Berita Viral
Polwan Polda Sumut Tega Aniaya Anak Kandung yang Masih Balita hingga Diancam Siram Air Panas
Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita diduga Polwan Polda Sumut tega aniaya anak kandungnya viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polwan-Aniaya-Anak-Kandung-gdsfsdfcsdfvc.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita diduga Polwan Polda Sumut tega aniaya anak kandungnya viral di media sosial.
Polwan Polda Sumut tersebut diduga tega aniaya dan lakukan kekerasan pada anak kandungnya yang masih balita.
Bahkan dalam video yang beredar, Polwan Polda Sumut mengancam akan menyiram anak kandungnya itu pakai air panas.
Polwan berinisial Brigadir D tersebut diduga menganiaya anaknya saat tengah melakukan panggilan video dengan seorang pria yang diduga suaminya.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Nabire - Sorong Februari 2025: Cek Harga Tiket KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda
Dalam video yang beredar, nampak D menarik tangan anaknya secara kasar.
D juga mengancam pria yang berada di balik layar bahwa dirinya akan menyiramkan air panas ke anak kandungnya.
Mengutip TribunMedan.com, dalam narasi video yang beredar, Brigadir D telah dilaporkan ke Bid Propam Polda Sumut atas dugaan kekerasan terhadap anak.
Sementara itu, Kasubid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait video tersebut.
"Lagi dicek kebenaran videonya, ya," ujar Siti, Senin (17/2/2025) malam.
Ia juga masih belum mengetahui, apakah yang bersangkutan sudah diperiksa atau belum.
"Saya cek dulu ya," kata Kompol Siti, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Nabire - Sorong Februari 2025: Cek Harga Tiket KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda
Ibu Aniaya Anak di Sidoarjo
Aksi kekerasan terhadap anak di bawah umur juga terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.
Balita di Sidoarjo dianiaya ibu kandungnya sendiri karena mengompol di kasur.
Pelaku yang berinisial RA ini menganiaya anak kandungnya dengan cara dipukuli dan disiram air panas.
Bahkan, korban pun harus dirawat di rumah sakit karena terdapat banyak luka di sekujur tubuhnya.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Christian Tobing membenarkan adanya tindak penganiayaan ini.
"Awalnya, korban ini ngompol. Kemudian pelaku mengetahui itu dan kemudian melepas sprei untuk dibawa ke tempat cucian, direndam," ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com.
Saat berada di tempat cucian, korban menangis dan RA pun merah dan mulai melakukan kekerasan fisik.
Mulanya, pelaku menyiram korban dengan air panas dari dispenser hingga korban makin menangis.
Pelaku bahkan mengulangi perbuatannya dengan menggunakan air mendidih.
"Tidak hanya menyiram air mendidih, kekerasan fisik dilakukan ibunya berlanjut dengan memukul punggung dan tangan korban beberapa kali menggunakan sapu lantai stainless hingga ujung sapunya bengkok dan korban menangis kesakitan," lanjut Christian Tobing.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Sorong - Nabire Februari 2025: Ada KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda
Setelah itu, pelaku meminta ART rumahnya untuk meneruskan mencuci sprei dan memandikan korban.
Lalu tersangka pergi ke apotek membeli salep untuk anaknya yang telah dianiayanya sendiri.
Namun, kondisi korban makin parah hingga harus dirawat di rumah sakit.
“Kasus ini ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo. Tersangka dikenakan pelanggaran Pasal 80 ayat (2) dan atau ayat (4) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak,” tegas kapolres.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.comhttps://www.tribunnews.com/regional/2025/02/18/viral-polwan-di-sumut-diduga-aniaya-anak-saat-video-call-polda-masih-kami-selidiki?page=all
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.