Selasa, 24 Maret 2026

Sampah di Kota Gorontalo

Pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo Keluhkan Bau Tak Sedap : Menurunkan Jumlah Pembeli

Pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan bau tak sedap di area pasar. Bau tak sedap sangat menyengat dan mengganggu kenyamanan

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo Keluhkan Bau Tak Sedap : Menurunkan Jumlah Pembeli
TribunGorontalo.com/Faisal Husuna
BAU TAK SEDAP DI PASAR SENTRAL KOTA GORONTALO - Potret sampah yang timbulkan bau tak sedap di area Pasar Sentral Kota Gorontalo, Selasa (18/2/2025). Bau tak sedap ini telah dikeluhkan pedagang karena berdampak pada penurunan pembeli. FOTO : Faisal Husuna/TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo-Pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan bau tak sedap di area pasar.

Bau tak sedap sangat menyengat dan mengganggu kenyamanan para pedagang dan pembeli.

Menurut Kiki salah salah pedagang bahwa, bau tak sedap tersebut ditimbulkan dari tumpukan sampah yang berada di area pasar tersebut.

Akibatnya kondisi tersebut berdampak pada penurunan jumlah pembeli.

"Salah satu yang banyak dikeluhkan di Pasar Sentral Kota Gorontalo ini bau busuk yang berasal dari tumpukan sampah. Para pembeli jadi sepi," ucapnya

Namun tidak hanya hanya itu, pedagang ayam pedaging itu juga mengeluhkan kondisi lantai di kawasan mereka berjualan itu kotor dan licin.

Sebuah wastafel yang berada di tempat jualan mereka pun tidak berfungsi sama sekali.

Baca juga: Lirik Lagu O, Tuan - Feast

Kata Kiki, mereka sangat kesulitan air, bahkan harus rela mengambil air dari rumah digunakan untuk kebutuhan berjualan.

"Pembeli sekarang sudah sudah sepi. Selain bau tak sedap itu, kondisi lantai di sini juga licin, wastafel juga tidak berfungsi, hanya jadi pajangan," ungkapnya

Kiki mengungkapkan bahwa, akibat dari sepi pembeli itu telah berdampak pada hasil jualannya.

Kata Kiki, biasanya dalam satu hari ayam pedaging miliknya bisa terjual 80 hingga 90 ekor. Tapi sekarang turun drastis.

"Penjualan sekarang menurun, biasanya bisa terjual 80 sampai 90 ekor, sekarang tinggal 30 ekor per hari," ujarnya

Harga ayam pedaging Kiki dijual dengan harga beragam sesuai ukuran besar kecilnya.

"Harga sekarang berkisar Rp 60 hingga 70 ribu per kilo, tergantung ukurannya," ungkapnya

Ia berharap, semoga Pasar Sentral Kota Gorontalo ini bisa ditata dengan baik lagi dan bersih, seperti waktu satu bulan ditempati.

"Semoga ini bisa ditata ulang kebersihannya, seperti awal-awal masuk satu bulan di sini, pasar ini sangat nyaman," ungkapnya. (*)

Hal serupa terjadi di Warga Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo melakukan protes terhadap kondisi saluran drainase air yang tersumbat sampah.

Baca juga: Nasib 300 Guru Honorer dan Tenaga Kesehatan Pemprov Gorontalo Masih Belum Jelas

Mereka khawatir bahwa jika tidak segera diatasi, sampah yang menumpuk di saluran air dapat berdampak banjir pada musim hujan.

Karena perkara ini, warga protes dengan para oknum dan juga para petugas yang tidak membersihkan sampah tersebut.

Arya Pakaya salah satu warga mengungkapkan bahwa banyak oknum masyarakat sekitar yang membuang sampah sembarangan di saluran air.

"Mereka pikir ini saluran air ini tempat buang sampah, herannya sudah banyak banjir terjadi, tetap saja tidak ada yang peduli," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (15/2/2025).

Diketahui pada tahun 2025, sudah terjadi dua kali banjir di Desa Mohungo yang salah satu penyebabnya adalah penumpukan sampah di saluran air.

Dari hasil pantauan, sampah-sampah tersebut juga merupakan sampah rumah tangga, mulai dari sisa makanan hingga popok bayi.

Adapun aroma yang ditimbulkan oleh sampah tersebut juga sangat mengganggu.Arya menambahkan bahwa jika sampah tersebut tidak segera dibersihkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi banjir susulan.

"Kalau hujan lagi, pastinya akan banjir ulang, sampah itu sudah banyak Sekali," ujarnya.

Mendengar hal ini, Roswita Manto selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengungkapkan bahwa sampah tersebut akan segera dibersihkan.

"Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi untuk sama-sama peduli terhadap lingkungan dan tentunya laporan seperti ini akan segera kami laksanakan," ungkapnya.

"Mengingat banyaknya sampah yang tidak bisa kami atasi dalam sehari, dengan adanya laporan ini, kami bisa menambah lagi titik-titik yang nantinya akan kami singgahi untuk dibersihkan," lanjutnya.

Disisi lain, Armada pengangkut sampah di Kabupaten Boalemo masih tergolong sedikit.

Menurut Roswita hanya ada dua yang beroperasi di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.

"Hanya satu mobil truk dan satu mobil open kap dan ini hanya bisa memuat sedikit sampah," ujarnya.

Baca juga: Kemensos Bakal Segera Eksekusi Penyaluran Bansos Jelang Ramadan

Terakhir, Roswita mengharapkan agar bisa mendapatkan armada lebih untuk bisa membersihkan keseluruhan titik yang ada di Kecamatan Tilamuta.

"Dalam sehari Tilamuta ini bisa menghasilkan sampah 10 Ton dan itu sangatlah banyak, semoga akan ada armada tambahan lagi untuk mempercepat proses pembersihan," tutupnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved