Suami Tikam Istri di Boalemo
Anak Korban Penikaman oleh Suami di Gorontalo Menangis di Pemakaman: 'Saya Tidak Mampu, Mama'
Kesedihan mendalam terlihat dari keluarga, kerabat, serta masyarakat yang turut hadir mengantarkan kepergian almarhumah.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MENANGIS-Fatiyah-Entengo-menangis-histeris.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Suasana duka menyelimuti pemakaman Nirpan Dulambuti, korban penikaman oleh suaminya sendiri, Ronald Entengo, di Desa Patoameme, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Senin (17/2/2025).
Kesedihan mendalam terlihat dari keluarga, kerabat, serta masyarakat yang turut hadir mengantarkan kepergian almarhumah.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika Fatiyah Entengo, anak pasangan tersebut, menangis histeris saat melepas kepergian ibunya.
Siswi kelas 2 di sekolah agama MTS 1 Botumoito itu terus meratap dan berteriak dengan suara pilu.
"Jamambo wau, Mama (Saya tidak mampu, Mama)," tangis Fatiyah, tak kuasa menahan duka saat melihat ibunya dimakamkan.
Banyak masyarakat yang turut larut dalam kesedihan.
Beberapa di antaranya tampak berlinang air mata melihat kesedihan mendalam yang dirasakan oleh Fatiyah.
Tak hanya sang anak, ibu dari korban juga menangis histeris sepanjang prosesi pemakaman.
"Longola Nou Tolamu Ami (Kenapa sayang kau tinggalkan kami)," ratap sang ibu dengan penuh kesedihan.
Setelah prosesi penguburan selesai, Fatiyah tampak duduk termenung dan akhirnya pingsan.
Keluarga dan warga sekitar segera membawanya ke rumah duka untuk mendapatkan pertolongan.
Selain keluarga, terlihat pula teman-teman sekolah Fatiyah yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada ibunya. Kepergian Nirpan Dulambuti meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya, terutama bagi sang anak yang kini harus menjalani hidup tanpa sosok ibunda tercinta.