Selasa, 10 Maret 2026

Hujan Jeli di Gorontalo Utara

BREAKING NEWS: Heboh Fenomena Hujan Jeli di Gorontalo Utara, Baru Pertama Kali Terjadi

Fenomena hujan jeli menghebohkan masyarakat Gorontalo Utara. Peristiwa ini terjadi di Desa Leyao Kecamatan Tomilito

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Heboh Fenomena Hujan Jeli di Gorontalo Utara, Baru Pertama Kali Terjadi
Tangkapan layar Facebook
HUJAN JELI: Foto butiran jeli berhamburan di jalanan Desa Leyao Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (15/2) malam. Peristiwa ini sempat menghebohkan masyarakat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Fenomena hujan jeli menghebohkan masyarakat Gorontalo Utara.

Melansir Kompas.com, peristiwa ini terjadi di Desa Leyao Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, sekitar pukul 20.00 WITA, Sabtu (15/2/2025).

Sejumlah warga merekam momen tersebut dan membagikannya ke media sosial Facebook.

Disclaimer : Artikel Ini sudah mengalami perubahan tambahan penjelasan pada Senin 17 Februari 2025 pukul 13.52 Wita

Kronologi

Dilansir TribunGorontalo.com dari akun FB Selvina, hujan jeli ini sempat menimbulkan kecurigaan dari warga setempat.

Warga yang saat itu masih terjaga, mulai mengamati butiran hujan yang jatuh dari langit.

Karena penasaran, warga mulai menampung butiran-butiran putih itu ke dalam wadah.

Awalnya warga mengira benda itu adalah es batu.

Namun setelah dipegang, teksturnya lengkel menyerupai jeli.

Insiden ini diketahui baru pertama kali terjadi.

Menurut warga setempat, Ewan Saputra, dirinya bersama warga lainnya kaget dengan peristiwa alam yang terjadi di Dusun Ato Atas Desa Leyao tersebut. 

Fenomena itu baru disadari warga setelah beberapa saat hujan turun.

Sebab, yang justru nampak di permukaan tanah adalah butiran jeli atau seperti agar-agar yang memenuhi pekarangan rumah dan jalan.

"Ada yang sibuk mengambil wadah untuk menampung hujan jeli, sebagian warga memilih mengabadikan momen yang tidak pernah terjadi di desa tersebut," katanya, via Kompas.com.

Hujan jeli di desa itu terjadi sekitar 30 menit dan warga merasakan hujan yang turun cukup deras. 

"Belum diketahui apakah butiran jeli memenuhi seluruh desa atau hanya terjadi di satu lokasi di dusun tersebut, mengingat peristiwa langka ini terjadi malam hari," jelas Ewan.

Hujan jeli nampak lembek dan butirannya terasa lembut seperti agar-agar, tetapi warga memilih menghindar agar tidak terkena langsung.

Misinformasi Hujan Jelly di Gorontalo Utara, Ternyata Hanya Mainan Anak

Kabar hujan yang terjadi di sebuah desa di Gorontalo Utara, rupanya misinformasi. 

Ini merupakan informasi keliru yang disebarkan tanpa disengaja. Artinya, penyebar tidak tahu jika informasinya keliru. 

Sebelumnya informasi terkait hujan ini diinformasikan melalui live Facebook oleh akun bernama Santi Malahedi pada Sabtu malam (15/2/2025).

Sesuai informasi yang disampaikan oleh Santi, hujan jelly terjadi di Desa Leyao, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo.

Belakangan Santi Malahedi melalui akun facebooknya, menghapus live streamingnya tersebut serta memposting permintaan maaf. 

Sebab, jelly itu sebetulnya tidak jatuh dari langit. Jelly hanya ditemukan warga setelah hujan reda. Tidak ada warga yang benar-benar melihat ataupun menyaksikan jelly jatuh dari langit layaknya hujan. 

"Awalnya saya juga kaget, tidak mengetahui jelly itu dari mana, bahkan beberapa warga sempat kaget, begitu hujan muncul banyak berserakan, akhirnya saya penasaran dan langsung live facebook," ujar Santi saat dikonfirmasi TribunGorontalo Senin (17/2/2025).

Setelah ditelusuri oleh santi keesakan harinya ternyata jelly ini adalah serbuk permainan anak-anak.

Sebelumnya kata dia, anak-anak bermain butiran yang jika terkena air, akan mengembang. 

Informasi inipun kata Santi, sudah ia klarifikasi ke anak-anak yang bermain jelly tersebut. 

Baca juga: 6 Fakta Penemuan Bayi Perempuan di GORR Gorontalo, Sempat Disangka Makhluk Halus

Apa itu hujan jeli?

Hujan Jeli: Foto butiran jeli yang jatuh dari langit, diambil dari BBC, Minggu (16/2). Hujan jeli pernah terjadi di Skotlandia pada 2009.
Hujan Jeli: Foto butiran jeli yang jatuh dari langit, diambil dari BBC, Minggu (16/2). Hujan jeli pernah terjadi di Skotlandia pada 2009. (BBC)

Hujan jeli diketahui pernah terjadi di Skotlandia pada tahun 2009.

Dikutip TribunGorontalo.com dari BBC, seseorang menemukan butiran jeli di Pentlands.

Penemuan ini memicu beragam teori konspirasi.

Beberapa dugaan menyebutkan bahwa zat tersebut adalah sejenis jamur, ekskresi hewan, atau bahkan 'ingus bintang' dari meteorit.

Kemudian pada Agustus 2009, ada bukti ilmiah baru yang menunjukkan bahwa materi misterius ini mungkin berasal dari suatu cairan dari katak. 

Untuk mencoba memecahkan misteri tersebut, Out of Doors telah meminta beberapa ilmuwan untuk memeriksa sampel jeli.

Hans Sluiman, seorang ahli alga di Royal Botanic Garden Edinburgh, mengatakan kepada para pendengar BBC bahwa ia yakin gel itu sendiri bukanlah tumbuhan atau hewan.

Dr Andy Taylor mempelajari jamur di Macaulay Institute di Aberdeen. Ia mengatakan ada filamen jamur di lendir tersebut tetapi setuju dengan Hans bahwa jamur tersebut tumbuh di dalam lendir.

Rekan akademis Hans Sluiman lalu menemukan referensi tahun 1926 di jurnal Nature tentang 'pembusukan bintang'. 

Referensi tersebut mendukung teori bahwa burung dari beberapa spesies tertentu memakan katak atau kodok. Burung itu kemudian memuntahkan ovariumnya hingga jatuh ke daratan. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hujan Jeli Hebohkan Warga Gorontalo Utara"

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved