Berita Populer Gorontalo
GORONTALO TERPOPULER: Penyebab Kecelakaan Truk BBM di Gorut hingga Kasus Pembunuhan di Tabongo Timur
Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Jumat (14/2/2025).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
Mereka berupaya untuk menderek truk tersebut.
40 Hari Kasus Penikaman di Tabongo Gorontalo tak Jelas, Keluarga Kecewa Penanganan Polisi
Keluarga korban pembunuhan di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap proses penanganan kasus oleh Polres Gorontalo.
Hampir dua bulan atau lebih dari 40 hari sejak insiden tragis itu terjadi, keluarga korban merasa belum mendapatkan kejelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan.
Korban, Uyan Usman, meninggal dunia setelah mengalami 11 luka tikaman di sekujur tubuhnya.
Peristiwa mengerikan ini terjadi saat Uyan singgah di sebuah tongkrongan di desa tersebut. Saat itu pelaku, ND tengah mengonsumsi miras.
Setelah kejadian, pelaku langsung diamankan oleh pihak kepolisian dan kini ditahan di Polres Gorontalo.
Namun, hingga saat ini, keluarga korban mengaku belum mendapat informasi yang jelas mengenai perkembangan kasus ini.
Hal ini diungkapkan oleh tiga anggota keluarga, Neni Usman dan Irwan Usman, kakak korban, serta Rusna Hasan, keponakan korban.
Menurut keluarga korban, laporan kasus ini telah resmi masuk ke Polres Gorontalo sejak 20 Desember 2024, dengan nomor laporan LP/B/263/12/2024/SPKT/RES GTLO. Namun, hingga kini, mereka belum mendapatkan perkembangan signifikan.
"Ini sudah selesai 40 hari almarhum dimakamkan, tapi belum ada kejelasan dari pihak kepolisian," ujar Irwan Usman dengan nada kecewa.
Salah satu hal yang paling disoroti keluarga adalah hasil visum korban yang hingga kini belum diberikan kepada mereka.
"Mereka bilang nanti 120 hari kalau jaksa sudah menyetujui, tapi kenapa begitu lama?" tanya Rusna Hasan dengan penuh keheranan.
Selain itu, keluarga juga mengungkap dugaan bahwa pelaku masih bebas menggunakan handphone di dalam sel tahanan. Hal ini mereka ketahui dari akun TikTok milik pelaku yang hingga kini masih aktif.
Tak hanya itu, polisi baru-baru ini meminta pakaian korban untuk dijadikan barang bukti. Hal ini membuat keluarga semakin mempertanyakan profesionalisme pihak kepolisian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berpop-14-feb.jpg)