Jumat, 13 Maret 2026

Penemuan Mayat

Warga Temukan Mayat Nenek Bimih, Kaki Tangan dan Leher Terikat Kain, Pelaku Masih Buronan

Nenek yang kerap disapa Nenek Bimih ini ditemukan dengan kondisi kaki, tangan dan leher diikat menggunanakan tali di rumahnya di Bekasi Jawa barat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Warga Temukan Mayat Nenek Bimih, Kaki Tangan dan Leher Terikat Kain, Pelaku Masih Buronan
Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
KORBAN KEJAHATAN - Bimih (72) ditemukan tewas di Jalan Pulo Rengas RT 07 RW 03, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Senin (10/2/2025) dinihari. Pintu kediaman Bimih dipasang garis polisi karena diduga korban kejahatan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Warga menemukan mayat seorang nenek dengan konsidi mengenaskan.

Nenek yang kerap disapa Nenek Bimih (72) ini ditemukan dengan kondisi kaki, tangan dan leher diikat menggunanakan tali.

Dia ditemukan di dalam rumahnya yang kini djadikan toko kelontong di Bekasi Jawa Barat.

Dilansir dari Tribunnews, pelaku pembunuhan Nenek Bimih hingga saat ini sedang menjadi buronan.

Sebab, pelaku tersebut juga sempat merusak CCTV di lokasi sebelum melancarkan aksinya.

Baca juga: Asyik Mencuci Baju, Nenek di NTT Malah Diterkam Buaya, Ditemukan 4 Hari Setelah Kejadian

“Ada CCTV tapi tidak fungsi lagi, pas di lokasi kejadian itu CCTV dirusak oleh pelaku,” kata Kapolsek Cabangbungin, AKP Basuni saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2025).

AKP Basuni menerangkan hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari sejumlah bukti pendukung.

Nenek Bimih diduga menjadi korban perampokan.

Dugaan itu timbul setelah Basuni memaparkan adanya sejumlah barang milik korban yang hilang.

Namun Basuni belum dapat memastikan secara rinci barang korban yang kehilangan tersebut.

“Harta yang hilang rokok dan uang pun di laci tidak seberapa, selebihnya masih penyelidikan,” ucapnya.

Kronologis Kejadian

Baca juga: Geger, Jasad Nenek di Gresik Ditemukan Warga di Rumahnya, Korban Sempat Mengeluh Sakit

Peristiwa bermula pada Minggu (9/2/2025) sekira pukul 23.59 WIB, warga melihat seorang laki-laki keluar dari toko korban yang awalnya sudah tutup sekira pukul 21.00 WIB.

Kemudian terdapat dua orang lainnya berboncengan menggunakan satu sepeda motor menghampiri satu orang yang sudah keluar dari toko korban.

Curiga dengan gerak gerik sejumlah orang itu, seorang warga yang tengah makan di warung pecel lele yang posisinya persis di depan rumah korban sontak teriak ‘Maling!’ untuk meminta pertolongan warga. 

“Dua orang yang naik kendaraan roda dua langsung nyamperin satu orang lagi langsung kabur setelah saksi berteriak maling,” jelasnya.

Guna memastikan peristiwa yang terjadi, Basuni menuturkan sejumlah tetangga serta satu keponakan korban, hingga saksi yang berteriak maling itu langsung memasuki kediaman Bimih.

“Setelah itu orang yang melihat itu langsung masuk (Rumah Bimih) setelah sampai di ruko, almarhumah kondisi kaki terikat kain, tangan terikat kain, dan leher terikat,” tuturnya.

Namun Basuni menyampaikan belum mengetahui penyebab pasti tewasnya nenek yang diketahui tinggal seorang diri itu.

Sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Fakta-Fakta Nenek Berusia 66 Tahun di Baubau Diduga Dianiaya Polwan Bertingkat Bripka

“Kami belum tahu secara rinci karena masih dalam penyelidikan, hanya saja pas di dalam lokasi kejadian kondisi korban sudah dalam terikat,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Yandokpol RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Hery Wijatmoko telah memeriksa jenazah korban dimulai sekira pukul 09.00 WIB.

Sekira pukul 13.30 WIB, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga dan sudah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pulorengas Sindang Jaya.

“Sudah diperiksa dan sudah diserahkan ke keluarga, selanjutnya tengah ditangani penyidik,” kata Hery kepada TribunBekasi.

Tangis Iringi Pemakaman Nenek Bimih

Puluhan warga mengiringi pemakaman nenek Bimih.

Pantauan TribunBekasi di lokasi, sebelum prosesi pemakaman dilakukan, sebagian dari puluhan warga itu terlebih dahulu melangsungkan salat jenazah untuk nenek Bimih di masjid yang berada lebih kurang 60 meter dari lokasi kejadian.

Jenazah nenek Bimih yang dimasukan di keranda itu kemudian digotong sejumlah orang sembari berjalan kaki ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pulorengas Sindang Jaya.

Baca juga: Nenek Arnia Dianiaya Oknum Polwan, Kini Tubuhnya Terancam Cacat

Selama perjalanan kurang lebih 10 menit mengantar jenazah nenek Bimih menuju peristirahatan terakhir, sejumlah orang yang mengiringi menangis.

Tangisan tersebut kemudian berhenti ketika keranda berisi jenazah nenek Bimih sudah diletakan petugas makam di liang lahat.

Selesai prosesi pemakaman rampung, puluhan orang yang terdiri dari keluarga dan tetangganya itu kemudian mendoakan almarhumah.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved