Kamis, 12 Maret 2026

Gorontalo Musim Durian

Durian dari Sulawesi Tengah Banjiri Gorontalo, Pedagang Mengaku Suplai 1000 Biji per Hari

Ribuan biji durian rutin dikirim dari berbagai daerah di Sulteng seperti Parigi Moutong, Palu, dan Palele, memenuhi permintaan pasar di Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Durian dari Sulawesi Tengah Banjiri Gorontalo, Pedagang Mengaku Suplai 1000 Biji per Hari
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
DURIAN DI GORONTALO : Penjual durian di Jalan John Ario, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (12/2/2025). Durian asal Provinsi Sulawesi Tengah banyak dijual di Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloMeskipun banyak yang mengira durian yang beredar di Gorontalo berasal dari daerah setempat, faktanya pasokan utama justru datang dari Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ribuan biji durian rutin dikirim dari berbagai daerah di Sulteng seperti Parigi Moutong, Palu, dan Palele, memenuhi permintaan pasar di Gorontalo.

Ramli Suleman, salah satu pedagang durian, mengungkapkan bahwa mayoritas durian yang dijual di Gorontalo berasal dari Sulteng.

Ia sendiri menyuplai sekitar 2.000 biji setiap dua hari dari petani di sana.

“Yang dari Gorontalo ada, misalnya dari Tolinggula, tapi jumlahnya sedikit dibandingkan dari Sulteng,” kata Ramli, Rabu (12/2/2025).

Menurutnya, tingginya pasokan durian dari Sulteng disebabkan oleh faktor geografis dan produksi.

Sulteng memiliki banyak daerah penghasil durian berkualitas dengan jumlah panen yang melimpah.

Selain itu, jalur distribusi yang lancar membuat durian dari Sulteng lebih mudah masuk ke Gorontalo dengan harga yang lebih bersaing.

Di berbagai titik penjualan di Kota Gorontalo dan Kecamatan Telaga, durian asal Sulteng mendominasi pasar.

Ramli menjual durian dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu untuk delapan biji hingga Rp 70 ribu untuk satu biji dengan ukuran besar.

Banyak pembeli bahkan memesan secara online dan meminta durian dikupas sebelum dibawa pulang.

“Setiap malam selalu ramai pembeli. Bahkan ada yang sengaja datang untuk makan langsung di tempat,” tambahnya.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa pasokan durian bergantung pada musim panen.

“Kita bisa jualan kalau lagi musimnya saja. Kalau di Sulteng panennya sedikit, otomatis stok di sini juga berkurang,” tutup Ramli.

Cuan Durian

Sementara itu, seorang pedagang durian Gorontalo mengaku mendapatkan omset yang tinggi sejak musim durian di awal 2025 ini. 

Salah satu pedagang durian di Jl HB Jassin, Kota Gorontalo, Lisa, bersyukur karena banyak warga Gorontalo penyuka durian, sehingga dagagannya pun laris manis. 

"Ada perubahan atau peningkatan sedikit selama musim durian ini," ujarnya. 

Menurutnya, keuntungannya karena banyak pelanggan yang datang untuk membeli durian dalam jumlah besar.

Dalam seminggu, omzet yang diperoleh Lisa berkisar antara Rp5 - 10 juta. 

Durian Gajah dan durian Montong menjadi dua jenis yang paling banyak diminati oleh pembeli.

Kedua jenis durian ini dijual dengan sistem harga per kilogram, sehingga pembeli bisa memilih sendiri durian yang mereka beli. 

Antusiasme pembeli terhadap dua jenis durian ini juga menunjukkan bahwa kualitas menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan.

Durian dengan rasa yang lezat dan daging yang tebal lebih cepat terjual dibandingkan jenis lainnya. 

Dalam menjalankan bisnis durian, persaingan dengan pedagang lain tentu tidak bisa dihindari.

Banyaknya penjual yang menawarkan durian dengan berbagai jenis dan kualitas membuat setiap pedagang harus memiliki strategi agar tetap menarik bagi pelanggan. 

Salah satu cara yang diterapkan Lisa adalah menyamakan harga dengan kompetitor. Dengan harga yang tetap bersaing, para pembeli bisa lebih fokus pada kualitas durian dan pelayanan yang diberikan oleh penjual.

"Dari segi harga kami tetap mengikuti harga pasar, jadi tergantung pada pembeli," ujarnya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved