Human Interest Story
Riki Matili, Pria di Mananggu Gorontalo Buka Usaha Kedai B'RIK, Raup Omset Jutaan dalam Sebulan
Riki Matili, Pria di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo membuka usaha yang diberi nama Kedai B'RIK sejak Januari 2024 silam.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fhsryj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pria di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo membuka usaha yang diberi nama Kedai B'RIK sejak Januari 2024 silam.
Nama ini kata Riki Matili sang owner memiliki berbagai makna, salah satunya diambil dari singkatan namanya sendiri yakni Bang Rikmat.
Selain itu, kata BRIK juga diambil dari kata break yang berarti waktu istrahat atau penghentian sejenak.
Baca juga: Cerita Roni Pateda Pengrajin Batu Bata di Gorontalo, Pernah Terima 30 Ribu Pesanan
"Tujuan dari nama tersebut, supaya pelanggan mudah mengenali dan mengingat tempat ini sebagai tempat yang cocok untuk bersantai," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (9/2/2025).
"Bagi warga Mananggu, ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai, berbincang, dan menikmati momen sejenak dari hiruk pikuk kehidupan," lanjutnya.
Usaha miliknya ini pun kerap dikenal dengan sebutan Kedai Bang Rikmat.
Dibuka sejak pukul 19.00 Wita hingga 00.00 Wita setiap hari.
Kedai ini dijadikan usaha sampingan Riki setelah pulang dari pekerjaan utamanya sebagai guru di sekolah.
Dia menambahkan, sengaja membuat kedai ini agar Riki ingin mengimplementasikan ilmu manajemen yang didapatinya selama masa kuliah.
Baca juga: Cerita Mastin Jenal Penjual Nasi Kuning di Gorontalo Utara, Kenang Pernah Ditabrak Motor saat Jualan
“Selain mengisi waktu dengan hal-hal positif, saya juga ingin mengimplementasikan ilmu manajemen yang saya pelajari selama kuliah di dunia bisnis," ungkapnya.
Akhirnya dengan modal Rp 3 juta, Riki mampu membuat usahanya menjadi terkenal di Mananggu khususnya di kalangan anak muda.
Kata Riki, adapun menu yang ditawarkan kepada pelanggan mulai dari es teh B'RIK, es coffee B'RIK, rotgor B'RIK, dan mojito B'RIK, dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 7 - 15 ribu.
Sehingga dalam sebulan Riki mampu meraup omset jutaan dalam sebulan.
"Untuk keuntungan bulanan, Kedai B'RIK mampu meraup omset kotor sekitar Rp 8 juta rupiah, dengan keuntungan bersih sekitar Rp 4 hingga Rp 5 juta rupiah," imbuhnya.
Baca juga: Cerita Rikman Mobiliu, Buruh Tani di Gorontalo Utara yang Tinggal di Rumah Semi Permanen
Namun, sebagai seorang pebisnis, Riki kerap mengalami kendala seperti perbedaan selera pelanggan.
Kata Riki, setiap orang memiliki selera yang berbeda seperti pesanan kopi yang seharusnya memiliki rasa yang pahit, namun diminta manis.
Selain itu, stok bahan yang habis harus dibeli Riki dari luar Kecamatan Mananggu.
Namun apa pun hambatan dan tantangannya, untuk bisa bertahan dalam dunia usaha, Riki mengatakan bahwa konsistensi adalah kunci utama.
"Besar atau kecil keuntungan, yang penting nikmati saja usaha ini. Jika kita menikmatinya, insya Allah akan tetap bertahan,” lanjutnya.
Riki pun kerap memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya.
Baca juga: Cerita Novalia Iyohu, Rela Jauh-jauh dari Atinggola Demi Melihat Wahana Dinosaurus di Kota Gorontalo
Selain itu, untuk menarik minat pelanggan Riki kerap menawarkan beberapa penawaran menaik lainnya seperti diskon setiap Jumat (gratis es teh), diskon ulang tahun, hingga promo untuk pelanggan yang membawa teman.
Hal itu kata Riki dilakukannya untuk menarik banyak pelanggan serta menjadi tempat istirahat sejenak yang asyik untuk dikunjungi.
Karena itu, kata Riki Kedai B'RIK bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati minuman segar, tetapi juga menjadi tempat istirahat yang tepat setelah seharian beraktivitas.
Sementara itu, Riki juga berharap pemerintah lebih memperhatikan sektor usaha kecil seperti Kedai B'RIK yang berpotensi mendongkrak perekonomian lokal.
"Semoga pemerintah lebih mendukung usaha kecil agar dapat tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar," harapnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.