Berita Kabupaten Gorontalo
Gara-gara Sepi! Puluhan Pedagang Pasar Kayubulan Kabupaten Gorontalo 'Gulung Tikar'
Dari pantauan TribunGorontalo.com di lapangan, Sabtu (8/2/2025) sebanyak 25 lapak yang ada, hanya lima pedagang yang masih bertahan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Puluhan pedagang di Pasar Kayubulan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, memilih tutup.
Dari pantauan TribunGorontalo.com di lapangan, Sabtu (8/2/2025) sebanyak 25 lapak yang ada, hanya lima pedagang yang masih bertahan.
Termasuk Ati Thalib salah satu pedagang Kebutuhan harian.
Menurut Ati pasar tersebut sering sepi di luar dari hari pasar pada Selasa, Kamis dan Sabtu.
Ati merupakan pedagang dari Pasar Shopping Limboto yang dialokasikan di Pasar Kayu Bulan. Bukan untung justru buntung saat ini berjualan di tempat tersebut.
Baca juga: Alasan Supardi Usman Banting Setir Usaha Besi Tua di Gorontalo, Padahal Pernah Sukses jadi Petani
Ati berjualan sejak tiga tahun terakhir namun hari demi hari pendapatannya begitu-begitu saja.
"Sudah lama, Pak. Sejak kami menempati lapak ini memang sudah sepi begini. Saya dulu jualan di Shopping, tapi setelah Shopping terbakar, kami dipindahkan ke sini," ujarnya.
Senada dengan Ati, pedagang lainnya, Samsudin Maaruf, menyebut bahwa sepinya pengunjung disebabkan oleh banyaknya lapak yang menjamur di pinggir jalan.
"Banyak lapak di pinggir jalan, jadi pembeli sudah jarang datang ke pasar," imbuhnya.
Ia juga mengeluhkan penghasilannya menurun disebabkan peminat warga ke pasar hanya bisa dihitung jari.
Ia meminta agar pedagang di lapak dipindahkan ke pasar agar terpusat di satu tempat sehingga membuat pasar kembali ramai.
"Harusnya mereka itu diatur berjualan di pasar, biar pasar ini kembali ramai," tegasnya.
Beberapa warga yang tidak mau disebutkan identitasnya juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka meminta agar pasar ini diperhatikan dan dibersihkan.
Baca juga: Daeng Anpes Pejalan Kaki Makassar-Manado Sebentar Lagi Tiba di Tujuan, Posisi Terakhir di Amurang
Pedagang mengharapkan agar pemerintah dapat menata kembali pasar tersebut. Sebab pasar ini menjadi mata pencarian mereka satu-satunya.
Bak pasar mati, beberapa sisi gedung bahkan jadi sarang walet. Dimana-mana banyak kotoran burung dan sangat kotor serta kumuh.
Namun terlihat hanya dibagian gedung saja yang sepi. Sementara disisi lain yang masih satu lokasi terlihat cukup ramai.
Tribun Gorontalo sudah pernah mencoba mendatangi dinas terkait namun tidak mendapati pimpinan di kantor.
Namun meski begitu wartawan Tribun Gorontalo akan terus berupaya menghubungi pihak dinas. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.