Human Interest Story
Cerita Mastin Jenal Penjual Nasi Kuning di Gorontalo Utara, Kenang Pernah Ditabrak Motor saat Jualan
Mastin Jenal (53) bercerita pengalaman pahitnya saat menjual nasi kuning di Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mastin-Jenal.jpg)
"Yang menabrak itu adalah siswa SMP, saat mengendarai motor ia hanya bermain handpone, akhirnya menabrak saya. Kemudian (pelaku) tidak tanggung jawab. Sampai saat ini kaki kiri saya masih terasa sakit ketika berjalan," ujar Mastin.
Meski tidak ditanggung biaya pengobatan, Mastin tidak melaporkan pelajar itu ke kantor polisi.
Tak hanya itu, toples hingga gelas kaca miliknya hancur. Namun Mastin tidak mendapatkan ganti rugi dari penabrak.
Mastin hanya bisapasrah karena semua jualannya hancur. Padahal ia susah payah mengumpulkan modal.
Selama ini, Mastin mengaku belum pernah mendapatkan bantuan UMKM dari pemerintah setempat.
"Sudah banyak ini yang datang foto-foto usaha saya. Apalagi mereka tahu bahwa tempat dagangan ketabrak motor, tapi hanya habis diambil gambar," bebernya.
Di usia yang tidak muda lagi, Mastin berharap bisa mendapat gerobak untuk memudahkannya menjual nasi kuning dan es campur. (*)