Larangan Pengecer LPG
Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Bahas Pengecer LPG 3 Kg
Dengan langkah penataan yang dilakukan pemerintah, diharapkan distribusi LPG 3 kg dapat berjalan lebih lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya b
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/xsftjtydk.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Bahlil Lahadalia dipanggil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu diminta menghadap ke Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat, Selasa (04/2/2025).
Adapun pemanggilan ini setelah terjadi kisruh terkait kebijakan Bahlil yang melarang pengecer menjual LPG 3 Kg.
Bahlil sendiri telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pengecer LPG 3 kg pagi tadi sebelum memenuhi panggilan Presiden.
Dalam keterangannya saat tiba di Istana, Bahlil menyatakan bahwa dirinya akan melaporkan hasil sidak tersebut kepada Presiden Prabowo.
"Saya baru mau rapat dengan Bapak Presiden. Saya tadi sidak kan ya, turun ke lapangan untuk mengecek tentang kondisi terakhir. Alhamdulillah, semua sudah mulai melakukan perbaikan yang cukup bagus, dan kondisinya tidak seperti kemarin," ujar Bahlil, Selasa (4/2/2025).
Diketahui, pemerintah akhirnya memperbolehkan para pengecer kembali menjual LPG 3 kg.
Namun, pemerintah menganjurkan agar para pengecer mendaftarkan diri sebagai sub pangkalan untuk memastikan distribusi yang lebih teratur.
Bahlil menjelaskan bahwa penataan penjualan LPG 3 kg ini dilakukan untuk memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran.
"Yang kedua, kita melakukan penataan ini kan dalam rangka memastikan bahwa subsidi itu tepat sasaran. Karena kita itu subsidinya Rp 87 triliun per tahun," jelas Bahlil.
Subsidi LPG 3 kg merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.
Namun, selama ini sering terjadi penyimpangan dalam distribusinya, seperti penjualan ke industri atau pihak yang tidak berhak.
Dengan penataan ini, pemerintah berharap dapat meminimalisir kebocoran subsidi.
Selain Bahlil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga hadir di Istana Kepresidenan pada waktu yang sama.
Amran mengungkapkan bahwa dirinya dipanggil Presiden Prabowo untuk mendampingi dalam pertemuan dengan Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Kisruh LPG 3 kg sendiri sempat memicu keresahan di kalangan pengecer dan masyarakat.
Dengan langkah penataan yang dilakukan pemerintah, diharapkan distribusi LPG 3 kg dapat berjalan lebih lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.(*)