Rabu, 4 Maret 2026

Sopir Ditikam Penumpang

Azriel Billyford Waruis Tinggalkan Anak Laki-laki Berusia Empat Tahun

Azriel Billyford Waruis (24) menjadi korban penikaman di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Senin (3/2/2025) sore.

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Azriel Billyford Waruis Tinggalkan Anak Laki-laki Berusia Empat Tahun
Kolase TribunGorontalo.com
ANAK KORBAN - 1. Azriel Billyford Waruis, sopir travel korban penikaman di Kabupaten Minahasa, Sulut, Senin (3/2/2025). (Istimewa) 2. Anak laki-laki Azriel yang masih berusia 4 tahun saat ditenangkan oleh keluarganya di rumah duka, Desa Tenggela, Kabupaten Gorontalo. (Tangkapan layar FB Ishak) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Azriel Billyford Waruis (24) menjadi korban penikaman di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Senin (3/2/2025) sore.

Sopir travel ini ditusuk oleh seorang penumpang bernama Stivianus Tombokan Sumanti alias Stiv (21).

Insiden ini bermula saat Azriel meminta ongkos jalan kepada Stiv.

Namun alih-alih memberikan uang, Stiv justru menikam Azriel menggunakan pisau dapur.

Rupanya Stiv memang tak berniat membayar hak korban. 

Saat ditangkap, Stiv mengakui bahwa bayaran mobil sebesar Rp100 ribu dinilai terlalu mahal.

Selain itu, pelaku juga berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Adapun tusukan di bagian dada membuat Azriel terkapar bersimbah darah. Pria berusia 24 tahun itu tewas karena diduga kehabisan darah.

Azriel tinggalkan anak

MOMEN INDAH - 1. Ayah Azriel Billyford Waruis, Joli Waruis saat ditemui TribunGorontalo.com, Selasa (4/2/2025). Joni menceritakan momen mendiang Azriel mengajak putranya jalan-jalan. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga).

2. Anak kandung Azriel yang berusia 4 tahun. (Sumber: Tangkapan layar FB Ishak)
MOMEN INDAH - 1. Ayah Azriel Billyford Waruis, Joli Waruis saat ditemui TribunGorontalo.com, Selasa (4/2/2025). Joni menceritakan momen mendiang Azriel mengajak putranya jalan-jalan. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga). 2. Anak kandung Azriel yang berusia 4 tahun. (Sumber: Tangkapan layar FB Ishak) (Kolase TribunGorontalo.com)

Kejadian yang dialami Azriel menyisakan luka mendalam bagi keluarganya.

Terlebih, saat ini Azriel memiliki seorang anak berusia empat tahun.

Menurut ayah Azriel, Joli Waruis, putranya menikah di tahun 2020.

Joli Waruis tak kuasa menahan air mata saat mengenang putranya. 

"Dia sangat dekat dengan anaknya. Setiap kali pulang ke rumah, pasti bawa oleh-oleh buat cucu saya," ucap Joli kepada TribunGorontalo.com, Selasa (4/2/2025).

Sebelum keberangkatan Azriel ke Minahasa, Joli sempat berbincang-bincang dengannya.

Hari itu terasa begitu hangat tapi Joli tak menyangka itu menjadi momen terakhir dirinya bersama anak tercinta.

Joli menyebut kesedihan mendalam juga dialami istri Azriel. 

"Terus juga seorang istri harus menanggung kesedihan kehilangan suami yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga," terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dusun Oyiledaa, Nurhayati Salihi (58), mengenang Azriel sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.

"Almarhum orang yang baik. Dia selalu ceria, mudah akrab dengan anak-anak muda di desa ini. Semua orang mengenalnya sebagai pribadi yang humoris dan murah senyum," ujar Nurhayati.

Kebaikan Azriel membuat tiga warga menawarkan tanah untuk pemakaman jenazah korban.

"Desa hanya memediasi tanah untuk pemakaman adalah milik warga di sini, beliau orang baik jadi banyak yang ingin membantu," jelasnya. 

Firasat sang ayah

Joli Waruis, ayah kandung Azriel Billyford Waruis sempat memiliki firasat sebelum anaknya meninggal dunia.

Firasat itu dirasakan Joli tepat tiga hari sebelum kejadian penikaman di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Joli Waruis diketahui merupakan petugas PLN Gorontalo.

Ia masih sulit menerima kenyataan bahwa putranya Azriel mengalami kejadian tragis.

Namun, sebelum kabar duka itu datang, Joli mengaku ada perasaan aneh yang terus menghantuinya.

"Tiga hari sebelum Azriel meninggal, saya merasa ada yang tidak beres. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tapi hati ini gelisah terus," ujar Joli kepada TribunGorontalo.com seusai agenda pemakaman di rumah duka, Selasa (4/2/2025).

Joni menyebut hawa rumah membuatnya tidak nyaman.

Ia pun tidak pernah tidur nyenyak selama tiga malam berturut-turut, seolah ada hal yang mengusik pikirannya.

Pada Minggu (2/2/2025), Joli menerima kiriman video yang memperlihatkan Azriel berangkat dari Gorontalo menuju Minahasa. 

"Ketika melihat video itu, saya langsung merasa tidak enak. Saya takut, saya khawatir, tapi saya tidak tahu apa yang sebenarnya akan terjadi," tutur Joli dengan mata berkaca-kaca.

Keesokan harinya, Joli mendengar kabar anak laki-lakinya itu meninggal dunia.

Azriel ditemukan tewas setelah ditikam oleh penumpangnya sendiri di wilayah Tondano Utara, Minahasa, Sulut.

Kini Joli mengaku hanya bisa pasrah menerima takdir. Meski hatinya hancur, ia tetap mencoba kuat untuk keluarganya. 

"Sebagai ayah, saya tidak pernah ingin kehilangan anak saya tapi saya serahkan semuanya kepada Tuhan," ucapnya lirik.

Selain itu, Joli berpesan kepada semua orang agar memaafkan kesalahan Azriel semasa hidup. 

"Supaya dia tenang di alam sana," jelas Joli. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved