Kasus Tambang Ilegal
Klarifikasi Ajudan Kapolda Gorontalo usai Dituding Terlibat Pengaturan Setoran Tambang Ilegal
Ajudan Kapolda Gorontalo, Iptu Cristo, dituding terlibat pengaturan setoran di tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penertiban-alat-berat-di-lokasi-tambang-emas-ilegalk-di-Pohuwato-oleh-Polda-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ajudan Kapolda Gorontalo, Iptu Cristo, dituding terlibat pengaturan setoran di tambang ilegal (PETI) di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Beredar tangkapan layar (screnshot) pesan WhatsApp memuat percakapan Iptu Cristo dan penambang.
Dalam pesan itu tertulis penambang bernama Sudin mempertanyakan setoran alat berat ekskavator sebesar Rp50 juta.
Penambang itu menyampaikan keluhan soal nilai setoran yang dinilai terlalu tinggi itu.
Sudin bertanya apakah beban setoran bisa dikurangi.
Nomor yang diduga Iptu Kristo lantas menjawab, “Wa’alaikumsalam. Iya, sesuai arahan beliau begitu. Banyak yang minta masuk lokasi itu, karena hasilnya pica-pica kilo."
Isi percakapan itu diketahui sempat viral di media sosial TikTok.
Baca juga: 3 Fakta Aturan Baru Pembelian Tabung Gas Elpiji 3 kilogram per Februari 2025
Klarifikasi Iptu Cristo
Melansir KompasTV, Iptu Cristo membantah pernah berkomunikasi dengan penambang.
Ia menduga ada pihak yang berusaha merusak nama baiknya.
Cristo menegaskan dirinya bahkan tidak mengenali penambang bernama Sudin.
“Itu bukan nomor telephone whatshapp saya, discreenshoot percakapan WA yang beredar tidak ada photo profil WA.
Tidak juga mencantumkan nomor HP seperti biasanya. Saya tidak kenal dengan yang namanya saudara Sudin dan kalimat dalam percakapan WA berbeda dengan kebiasaan saya berkomunikasi,” ucap Iptu Cristo dikutip TribunGorontalo.com dari KompasTV, Senin (3/2/2025).
Demi memperjelas dirinya benar, Iptu Cristo mengaku siap dipertemukan dengan oknum penambang yang bersangkutan.
“Kalau isu ini benar, tentu saya so jadi kaya. Saya tegaskan bahwa saya tidak kenal dengan yang namanya sudin dan kalau boleh oknum yang mengaku Sudin dipertemukan dengan saya,” jelas ajudan Kapolda Gorontalo tersebut. (*)