Selasa, 10 Maret 2026

Masalah Air Bersih Gorontalo

Warga Kota Gorontalo Keluhkan Air PDAM Keruh dalam 3 Hari Terakhir

Sejumlah masyarakat di Kota Gorontalo mengeluhkan distribusi air PDAM. Tercatat sejak Sabtu (25/1), distribusi air bersih mengalami kendala.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Warga Kota Gorontalo Keluhkan Air PDAM Keruh dalam 3 Hari Terakhir
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
Sejumlah warga Kota Gorontalo mengeluh air PDAM keruh hingga aliran air keran tidak lancar. Mereka terpaksa menampung air di ember. Namun khawatir biaya PDAM membengkak. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah masyarakat di Kota Gorontalo mengeluhkan distribusi air PDAM.

Tercatat sejak Sabtu (25/1), distribusi air bersih mengalami kendala.

"Sejak kemarin air tidak normal," kata Sartono Mahmud, warga Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, kepada TribunGorontalo.com, pada Selasa (28/1/2025).

Kata Sartono, air masih keruh hingga saat ini.

Padahal, jika terlambat membayar, mereka dikenakan denda oleh pihak Perumda Muara Tirta.

"Sementara air tidak layak pakai," ungkapnya.

Ia menjelaskan, seharusnya tarif pembayaran sesuai dengan kualitas distribusi air.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh pasutri di Kelurahan Biau, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Saat ditemui TribunGorontalo.com pagi tadi, keduanya tengah menampung air dalam ember.

"Sudah tiga hari begini pak, kita kesulitan dapat air," keluhnya.

Ia mengaku telah menampung air di dua ember besar sejak Senin (27/1/2025). 

Baca juga: Identitas Pelaku Utama Rudapaksa Gadis di Kabupaten Gorontalo, Diduga Pacar Korban

Sementara untuk kebutuhan mandi dan buang air besar, mereka terpaksa pergi ke Kelurahan Molosipat.

"Kalau di sini (Biau) setengah mati sekali airnya," bebernya.

Keluhan serupa diungkap oleh Sartono, di mana kondisi air tidak normal.

Sebenarnya ia bisa menampung air dalam satu malam tapi ia khawatir tarif pembayaran makin membengkak.

"Kalau terlambat sudah pasti denda. Saya saja kalau pakai air paling hemat sebulan bisa Rp 600 ribu," ungkapnya.

"Kalau tidak pasti sudah banyak yang mengeluh," tambahnya.

Sementara itu, Jansi Haipi mengaku hanya mengandalkan air sumur.

"Katanya di sini ada tong penampung tapi saya tidak kebagian," tuturnya.

Meski hanya tinggal seorang diri, Jasni berharap pihak Perumda Tirta Muara dapat menindaklanjuti keluhan mereka.

Baca juga: BREAKING NEWS: Akhir Pelarian Rizal Riadi, Pelaku Pembobolan Toko di Kota Gorontalo Ditangkap Polisi

Dugaan penyebab air PDAM keruh

Meluapnya Sungai Bone dan Bolango membuat dua Instalasi Pengelola Air (IPA) Perumda Tirta Muara Kota Gorontalo sempat terdampak.

Dalam pengumumannya (24/1), pihak Perumda Tirta Muara menyebut jika ada dua IPA terkendala.

Pertama adalah IPA Botu yang berkapasitas 2x20 L/s dan 150 L/s, mengakibatkan distribusi air terhenti untuk sementara waktu.

Adapun wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Dumbo Raya meliputi Kelurahan Botu, Talumolo, Lotu, Leato Utara, dan Kelurahan Leato Selatan.

Selanjutnya adalah IPA Bulota yang berkapasitas 20 L/s dan 50 L/s, mengakibatkan sejumlah kelurahan di Kecamatan Sipatana, Kota Utara, Kota Tengah dan Dungingi terdampak.

Sebagai informasi, total ada lima titik yang menjadi IPA di Kota Gorontalo yakni Kabila, Botu, Pilolodaa, Bulota, dan Dungingi.

Hingga saat ini upaya penanganan masih terus dilakukan.

"Kami dapat informasi tadi malam, pipa di Botu Putus, jadi kami langsung ke lokasi," ungkap pihak Perumda Tirta Muara, Sabtu (25/1/2025).

Atas masalah tersebut, dilakukan transmisi distribusi air dengan backup IPA yang lain.

Berbeda halnya dengan IPA Bulota luapan air melebihi sumber air baku.

Pihak Perumda Tirta Muara selalu standby bilamana ada laporan terhentinya distribusi air.

"Tadi malam saja, sekitar jam dua dapat informasi kita langsung ke lokasi," pungkasnya.

Informasi lain di bagian pelayanan, hingga pagi tadi belum ada komplain dan keluhan masyarakat atas kedua masalah tersebut.

Beberapa unit hari terkahir, Kota Gorontalo sering diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Prakiraan cuaca oleh BMKG menyebut, kondisi seperti ini bahkan terjadi di beberapa daerah lainnya seperti Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.

Pantauan TribunGorontalo.com pagi tadi, ada Kelurahan di Kota Gorontalo terdampak banjir.

Genangan itu membuat sejumlah warga melakukan bersih-bersih. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved