Senin, 23 Maret 2026

Banjir Gorontalo

Puluhan Hektar Sawah di Kabupaten Gorontalo Terendam Banjir, Petani Terpaksa Panen Sebelum Waktunya

Banjir melanda kawasan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo memaksa para petani memanen padi lebih awal. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Puluhan Hektar Sawah di Kabupaten Gorontalo Terendam Banjir, Petani Terpaksa Panen Sebelum Waktunya
TribunGorontalo.com/Ariyanto Panambang
Para petani di Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo Panen Padi sebelum waktunya, Minggu (26/1/2025) 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloBanjir melanda kawasan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo memaksa para petani memanen padi lebih awal. 

Menurut Yunus, Petani di Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo mengatakan kondisi ini terjadi akibat luapan air Danau Limboto yang semakin dangkal.

Danau Limboto saat ini hanya memiliki kedalaman sekitar empat meter dari yang awalnya 15 meter.

Karena itu puluhan hektar sawah di Desa Bulota dan sekitarnya di wilayah Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo terendam.

Baca juga: Banjir Bandang di Molowahu Gorontalo Menjebol Tanggul, Sawah Terendam Kerugian Rp 300 Juta

Petani pun menghadapi pilihan sulit untuk menyelamatkan hasil panen.

"Daripada rugi, belum waktunya padi sudah dipanen. Kalau tidak begini, kerugiannya lebih besar lagi. Biasanya hasil panen turun sampai 40 persen," ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Minggu (26/1/2025) sore.

Yunus menjelaskan, puncak banjir terjadi pada akhir Januari 2025 akibat intensitas hujan tinggi.

“Kemarin di Desember tidak begini. Tapi Januari ini puncaknya karena Danau Limboto meluap. Kalau dulu airnya dalam, sekarang dangkal,” jelas Yunus.

Lebih lanjut Yunus mengatakan proses panen menjadi lebih sulit akibat banjir ini.

Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Penurunan Hasil Panen Jagung di Boalemo Gorontalo

Petani pun terpaksa harus menyewa perahu untuk mengangkut padi.

“Kita sewa perahu dan pekerja juga, tapi tidak cukup. Biasanya ada tiga kelompok pekerja di sini, tapi tetap kewalahan. Hasil panen pun jauh dari maksimal,” tambahnya.

Banjir di kawasan Telaga Jaya diperkirakan merendam ratusan hektar sawah dari Desa Ulapato, Desa Lupoyo hingga Desa Bulota.

Pantauan langsung TribunGorontalo.com para petani bergotong royong memanen padi di tengah air yang menggenang, meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.

Pemerintah daerah disebut telah berupaya membuka tanggul untuk mengurangi debit air di Danau Limboto.

Baca juga: Sawah di Bongohulawa Gorontalo Kerap Tergenang, Petani Minta Pemda Seriusi Masalah Saluran Irigasi

Namun, langkah ini belum sepenuhnya efektif kata Yunus. 

“Katanya tanggul sudah dibuka, tapi hanya disesuaikan dengan debit air di sini. Kalau penuh, bisa memengaruhi sungai besar di wilayah lain,” jelas Yunus.

Tak hanya itu, Yunus juga menuturkan kekhawatirannya soal banjir yang terus meluas mengancam keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.

Menurutnya masalah ini harus segera diselesaikan.

"Jika tidak ada solusi jangka panjang, para petani Telaga Jaya mungkin harus terus menghadapi risiko serupa di masa mendatang," tutupnya. 

Banjir Bandang di Molowahu Gorontalo Menjebol Tanggul, Sawah Terendam Kerugian Rp 300 Juta

Banjir bandang yang melanda Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/1/2025) sore, menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian warga.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan tanggul sungai jebol dan puluhan hektar sawah serta kebun milik warga terendam air.

Kepala Desa Molowahu, Irwandi Ibrahim, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, menjelaskan bahwa dampak banjir sangat merugikan masyarakat setempat.

"Puluhan hektar sawah rusak, begitu juga dengan kebun jagung dan Nilam. Bahkan, tanggul sungai jebol dan mengakibatkan meluapnya air ke lahan pertanian," ungkapnya.

Kerugian akibat bencana banjir ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta.

"Kerugian sekitar Rp 300 juta akibat banjir kemarin," lanjutnya.

Irwandi juga mengungkapkan kekecewaannya terkait kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gorontalo.

Hingga saat ini, menurutnya, belum ada bantuan yang diberikan kepada korban bencana.

"Dari pemerintah daerah tidak ada bantuan," tegasnya singkat.

Namun, meski tidak ada bantuan dari Pemda, pihak Balai Sungai Gorontalo segera turun ke lokasi untuk mengevaluasi kerusakan yang terjadi.

"Kemarin sore, Balai Sungai sudah turun ke lokasi. Dan tadi pagi, Kepala Balai Sungai bersama tim kembali turun dan berjanji untuk memperbaiki tanggul dalam waktu dekat," kata Irwandi.

Tidak hanya itu, Anggota DPD RI, Rahmiyati Yahya, juga turut memberikan perhatian terhadap korban banjir.

"Alhamdulillah, tadi malam, Ibu Rahmiyati Yahya langsung turun ke lokasi dan memberikan bantuan kepada semua korban banjir, lengkap dengan tenaga medis," jelas Irwandi.

Kades Molowahu berharap Pemda Kabupaten Gorontalo segera mengambil tindakan konkret untuk menangani peristiwa banjir ini.

"Kami mengharapkan kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan kejadian ini dan melakukan langkah-langkah konkret untuk penanganan," harapnya.

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tibawa sejak pukul 13.30 Wita hingga menjelang malam hari membuat air sungai meluap dan merendam rumah-rumah serta perkebunan warga.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Saat ini, banjir sudah mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah mereka yang terendam.

Namun, mereka berharap agar bantuan dan perhatian lebih dari pemerintah segera datang untuk meringankan beban mereka. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved