Senin, 9 Maret 2026

Banjir Biawao Gorontalo

Gara-gara Drainase Kota Gorontalo Meluap, 130 Kepala Keluarga di Biawao Terendam

Informasi ini disampaikan langsung oleh Lurah Kelurahan Biawao, Nurhadi Taha, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com pada Sabtu (25/1/2025) siang.

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gara-gara Drainase Kota Gorontalo Meluap, 130 Kepala Keluarga di Biawao Terendam
Getty
Dua anak bermain di teras rumah yang terendam banjir, di Kelurahan Biawao, Kota Gorontalo, Sabtu (25/1/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) dengan total 303 jiwa di Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, dilanda banjir akibat luapan drainase.

Banjir ini terjadi pada Jumat (24/1/2025) malam, dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Lurah Kelurahan Biawao, Nurhadi Taha, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com pada Sabtu (25/1/2025) siang.

"Banjir mulai surut, dan beberapa warga sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Namun, sebagian lainnya masih sibuk merapikan perabotan rumah yang terkena dampak," ujar Nurhadi.

Nurhadi mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap potensi luapan drainase yang dapat memicu banjir susulan.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah kelurahan terus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kota Selatan dan Pemerintah Kota Gorontalo terkait masalah ini.

"Kami selalu melaporkan kondisi ini secara berjenjang kepada pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kota Gorontalo. Kami berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir akibat luapan drainase ini," jelasnya.

Amna Domili, salah satu warga terdampak, menceritakan bahwa banjir mulai memasuki rumah-rumah warga sekitar waktu Magrib. Menurutnya, situasi seperti ini bukanlah hal baru bagi mereka.

“Tadi malam sekitar selesai salat Magrib, air mulai meluap sampai ke dalam rumah. Ada sekitar 20-an rumah yang terdampak langsung,” ungkap Amna saat ditemui di lokasi banjir.

Amna menjelaskan bahwa kawasan tempat tinggalnya selalu menjadi yang pertama terdampak setiap kali drainase meluap.

"Rumah kami berada sangat dekat dengan drainase, jadi setiap kali hujan deras, kami selalu was-was," katanya.

Meski banjir kali ini hanya setinggi betis orang dewasa dan tidak menyebabkan kerusakan besar pada barang-barang berharga, rasa khawatir tetap menghantui warga.

Terutama mengingat banjir besar yang pernah melanda daerah tersebut pada Juni 2024 silam.

"Alhamdulillah kali ini air cuma setinggi betis. Tapi kami tetap selalu khawatir kalau banjir besar seperti Juni lalu terulang lagi. Waktu itu air sampai setinggi bahu orang dewasa dan menghancurkan banyak rumah," tambah Amna.

Banjir yang terus berulang di Kelurahan Biawao memunculkan desakan dari warga untuk mendapatkan solusi permanen dari pemerintah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved