Senin, 16 Maret 2026

Banjir Biawao Gorontalo

BREAKING NEWS: 20 Rumah di Biawao Kota Gorontalo Tergenang Banjir Luapan Drainase

Hujan deras yang mengguyur Gorontalo selama beberapa hari terakhir membuat drainase setempat tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke perm

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: 20 Rumah di Biawao Kota Gorontalo Tergenang Banjir Luapan Drainase
TribunGorontalo.com
Anak-anak sedang riang bermain di rumahnya yang terendam banjir. FOTO Faisal Husuna 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Puluhan rumah di RT I, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, kembali terendam banjir pada Jumat malam (24/1/2025).

Hujan deras yang mengguyur Gorontalo selama beberapa hari terakhir membuat drainase setempat tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke permukiman warga.

Amna Domili, salah satu warga terdampak, menuturkan bahwa banjir mulai memasuki rumah-rumah sekitar waktu Magrib. Menurutnya, ini bukan kejadian baru bagi mereka.

“Tadi malam sekitar selesai salat Magrib, air mulai meluap sampai ke dalam rumah. Ada sekitar 20-an rumah yang terdampak,” ujar Amna saat ditemui di lokasi.

Amna menjelaskan bahwa kawasan tempat tinggalnya selalu menjadi yang pertama terdampak setiap kali drainase meluap.

Baca juga: 5 Fakta Persidangan Sengketa Pilkada Kota Gorontalo di Mahkamah Konstitusi

“Banjir ini memang rutin terjadi. Rumah kami paling pertama terkena karena dekat sekali dengan drainase itu,” katanya.

Beruntung, banjir kali ini hanya setinggi betis orang dewasa sehingga tidak menyebabkan kerusakan besar pada barang-barang berharga.

Meski demikian, rasa khawatir tetap menghantui warga setiap harinya, terutama mengingat potensi banjir yang lebih besar seperti yang terjadi pada Juni 2024 silam.

“Alhamdulillah kali ini air cuma setinggi betis. Tapi kami tetap selalu khawatir kalau banjir besar seperti Juni lalu terulang lagi. Waktu itu air sampai setinggi bahu orang dewasa dan menghancurkan banyak rumah,” tambah Amna.

Saat ini, warga tengah bergotong royong membersihkan rumah dari material lumpur yang terbawa banjir.

Beberapa terlihat sibuk menguras air yang masih menggenang di dalam rumah, sementara yang lain merapikan kembali perabotan rumah tangga ke posisi semula.

“Semoga saja banjir seperti Juni lalu tidak terulang kembali. Kami sudah cukup trauma,” harap Amna.

Kondisi drainase yang kurang memadai diduga menjadi penyebab utama banjir di kawasan ini.

Warga berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah serius untuk memperbaiki infrastruktur drainase demi mencegah banjir di masa depan.

Hujan deras yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan membuat warga semakin waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved