Suami Aniaya Istri di Gorut
Aprianto Tahu Mobil Ditumpangi Sterlin ke Gorontalo Utara, Polisi Periksa Keterlibatan Sopir Rental
Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan suami Sterlin, Aprianto Hilimu (38) warga Desa Molangga, Kecamatan Tolinggula
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pria-menganiaya-istrinya-di-pinggir-jalan.jpg)
Ia berpikir bahwa istrinya berselingkuh hingga menjual diri di Weda.
Aprianto lantas meminta Sterlin keluar dari tempat kerjanya dan kembali ke Gorontalo.
Kemudian istrinya bertanya jikalau dirinya berhenti bagaimana cara membayar utang mereka
"Soal utang gampang itu," ujar Syahril menirukan perkataan Sterlin saat memberikan kesaksian.
Namun Sterlin tetap mengajukan syarat bahwa ia akan pulang asalkan suaminya mau bekerja.
Hal ini menjadi awal pasutri cekcok hingga Aprianto menyusun rencana jahat.
Aprianto lalu mengajak istrinya itu melakukan adegan vulgar atau dikenal video call seks (VCS).
Sterlin pun menuruti kemauan karena merasa punya tanggung jawab untuk melayani suaminya.
Ternyata tanpa sepengetahuan Sterlin, Aprianto merekam layar. Ia menjadikan video rekaman itu sebagai bahan ancaman agar istrinya berhenti bekerja.
Meski sempat syok, Sterlin tetap bersikeras hanya mau berhenti jika suaminya itu sudah mendapat pekerjaan.
Sterlin akhirnya muak dan berpikir untuk tidak melanjutkan hubungan rumah tangga bersama Aprianto.
Akan tetapi, keinginan Sterlin untuk berpisah tidak dituruti Aprianto.
"Saya ini sudah dipermalukan, kenapa masih minta balikan lagi? Ibaratnya seperti membuang air liur ke langit lalu menjatuhkan ke wajah sendiri," tutur Sterlin.
Hubungan rumah tangga Sterlin semakin pelik manakala Aprianto mengambil anak-anaknya yang saat itu tinggal bersama mertuanya di Desa Buloila.
Anak-anak yang tidak mau ikut, diseret Aprianto.