Selasa, 10 Maret 2026

Berita Viral

Longsor di Pekalongan Jawa Tengah Akibatkan 17 Orang Meninggal Dunia, 13 Lainnya Luka-luka

17 orang dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari 13 laki-laki dan 4 perempuan. Sedangkan 13 orang lainnya luka-luka dan telah di rujuk ke RSUD

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Longsor di Pekalongan Jawa Tengah Akibatkan 17 Orang Meninggal Dunia, 13 Lainnya Luka-luka
Dokumentasi BNPB
Relawan bencana saat mengevakuasi korban bencana di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Selasa (21/1/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Longsor kini menimpa Kota Pekalongan, Jawa Barat.

Longsor itu diketahui dari banjir bandang yang menerjang area tersebur.

Alhasil, 17 orang dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari 13 laki-laki dan 4 perempuan.

Sedangkan 13 orang lainnya luka-luka dan telah di rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dilansir dari Tribunnews.com, Banjir juga menyebabkan 145 warga mengungsi ke dua titik pengungsian, yaitu Mushola As Syafaah dengan 75 jiwa dan Mushola Baitul Makmur dengan 70 jiwa.

Kerugian materi akibat banjir meliputi 25 rumah rusak berat, 3 jalan tergenang, 3 jembatan terputus, dan 1 tanggul jebol di Kecamatan Tirto.

Baca juga: Akibat Longsor, Vila di Kota Batu Jatim Roboh, Enam Wisatawan Alami Luka-luka, Ada Balita 3 Tahun

Sedangkan akibat longsor, 2 rumah rusak berat, 2 jembatan rusak, 3 kendaraan terdampak, dan 1 cafe rusak.

Banjir ini berdampak pada 9 kecamatan dan 14 desa, termasuk Desa Kayupuring, Larikan, Bantarkulon, Krompeng, Lolong, Kutosari, Pakis Putih, Kedungwuni Timur, Kedung Patangewu, Paesan, Kedungwuni Barat, Galang Pengampon, Pencongan, dan Pacar.

Sementara itu, longsor terjadi di Kecamatan Petungkriyono yang menimbun rumah, sebuah cafe, dan menyeret beberapa kendaraan.

Desa yang terdampak longsor adalah Yosorejo dan Kasimpar.

Kalak BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa hujan deras yang terus mengguyur wilayah ini menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban.

“Lokasi yang sulit dijangkau alat berat serta jaringan komunikasi yang terganggu menjadi kendala utama. Namun, tim gabungan terus berupaya maksimal untuk melakukan pencarian korban hilang,” ujar Bergas, sesuai laporan yang diterima tribunjateng.com, Selasa 21 Januari 2025 jam 19.00 WIB.

Baca juga: Imbas Tanah Longsor di Kota Gorontalo, Warga Bantaran Sungai Akan Dipindahkan ke Rumah Susun

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan terus berupaya melakukan pencarian terhadap 9 korban hilang.

Proses pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali esok hari.

Pos lapangan telah diaktifkan di Puskesmas Petungkriyono untuk mendukung koordinasi dan penanganan bencana.

Saat ini, kebutuhan mendesak meliputi penerangan, alat berat, logistik, tenda untuk proses identifikasi, dan kantong mayat.

Situasi di Desa Galang Pengampon telah berangsur surut, namun intensitas hujan yang masih tinggi membuat pendataan dan upaya pencarian korban berlangsung lambat.

Bergas menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah ini,” pungkasnya.

Baca juga: Sebagian Besar Wilayah Kelurahan Botu Gorontalo Tak Layak untuk Permukiman, Rawan Longsor

Informasi lebih lanjut mengenai kondisi bencana ini dapat diperoleh melalui Pusdalops BNPB di nomor pengaduan 117 yang bebas pulsa.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved