Isi Lengkap Rekaman Suara Diduga Menteri Satryo Soemantri Marah dan Lempar Barang, Staf Minta Ampun
Menteri Satryo Soemantri diduga melakukan aksi tercela pada seorang staf, karena terdengar suara benturan benda keras di sela kemarahannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Pendidikan-Tinggi-Sains-dan-Teknologi-Satryo-Soemantri-Brodjonegoro.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Belakangan beredar rekaman suara diduga Satryo Soemantri Brodjonegoro Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) marah-marah kepada staf.
Dalam rekaman yang beredar, tak hanya suara seseorang yang tengah marah, terdengar pula suara benturan keras seperti pukulan hingga suara melempar barang.
Dari rekaman berdurasi 3 menit 22 detik tersebut, diketahui keduanya tengah membicarakan perihal air di rumah yang bermasalah, diduga di rumah Menteri Satryo Soemantri.
Pria diduga staf yang tengah dimarahi tersebut pun berulang kali minta ampun saat terdengar suara benturan keras.
Sejumlah akun X menduga, Menteri Satryo Soemantri melakukan aksi tercela pada seorang staf, karena terdengar suara benturan benda keras di dalam rekaman.
Rekaman suara tersebut tersebar setelah Menteri Satryo Soemantri didemo oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di depan kantor Kemendiktisaintek, Jakarta pada Senin (20/1/2025).
Baca juga: Unjuk Rasa Puluhan Pegawai Kemendiktisaintek, Menteri Satryo Soemantri Disebut Asal Pecat Pegawai
Isi Lengkap Rekaman Diduga Satryo Soemantri Marahi Staf
X: “Ngomong doang kamu,” suara pria diduga Prof Satryo.
Y: “Mohon maaf saya pak. Demi Allah pak. Mohon maaf saya pak," jawab pria diduga pegawai Kemendikti Saintek.
X: “Monyet,”
Y: “Iya, mohon maaf sekali lagi pak.”
(Terdengar suara seperti benda yang dilempar dengan keras)
X: “Sengaja, membuat rumah ini nggak ada air? Tadi air hidup, kok tiba-tiba mati. Ulah si Ricky. Kamu diem aja? Nggak tanggung jawab sama sekali.”
Y: “Maafin saya pak,” pegawai.
X: "Kamu salah ngaku salah, sengaja kan kamu? Sengaja dong."
Y: "Nggak sengaja Pak. Saya ngurus istri saya dulu pak."
X: "Terus katanya gimana kamu mau selesaiin rumah ini?”
Y: "Kata Ricky sih katanya udah kelar pak."
• PEMBELAAN Mendikti Saintek Satryo Soal Viral Rekaman Suara Diduga Kasari Pegawai, Yakin Dimanipulasi
X: “Oh, tukang bohong kok kamu gimana sih.”
Y: “Saya baru tahu pak."
X: “Halah, kamu pura-pura aja.”
Y: “Kata Ricky udah aman."
X: “Mana aman?”
Y: "Saya menelepon Mbak Bella katanya udah aman, kata Ricky aman."
X: "Loh kalian pulang airnya mati kan?"
Y: "Saya kurang tahu pak. Saya tahu pak ini kesalahan tim saya pak.”
X: “Apa salah kamu."
Y: “Saya enggak damping tim saya ke sini."
X: “Kenapa?”
Y: “Karena saya masih dibutuhin sama istri. Istri habis dikuret, habis dijahit pak, belum kering. Saya jagain anak. Kesalahan saya, saya enggak damping Ricky buat bantu pengurasan."
X: “Kenapa Ricky tadi bikin rusak semua."
Y: “Saya sih diinfo sama dia, dia bilang katanya airnya kotor banget makanya dikuras sama dia pak. Karena yang hubungin Ricky juga bukan saya pak. Dia dihubungin sama Bella. Bella segan sama saya (karena) saya masih ngurusin anak."
X: “Tapi dia (Ricky) anak buah kamu kan?”
Y: “Iya anak buah saya, makanya kesalahan saya, enggak sempat dampingin, karena saya ngurusin istri saya pak."
X: “Kamu sengaja (suara tidak terdengar jelas). Ini kalau ada orang sekret enggak hidup nih. Kamu kerjanya apa sih!”
(kembali terdengar suara benda dibanting sepanjang percakapan)
• ISI Rekaman Durasi 42 Detik Suara Diduga Menteri Dikti Satryo Marah di Rumah Dinas, Tampar Pegawai?
Y: “Mohon maaf pak, saya enggak sempat nemenin. Ampun pak, ampun pak, maaf ya pak."
X: “Kurang ajar kamu! Kenapa tadi Ricky pulang?”
Y: “Dia pulang katanya pak”
X: “Kemudian rumah ini dibiarin tidak ada air?”
Y: “Maaf pak."
X: “Lu sengaja ya bikin air rumah mati, iya kan!”
Y: “Enggak pak, enggak sengaja. Saya enggak tahu tadi. Saat itu saya langsung…..” pegawai.
X: “Enggak tahu, engak tahu kamu! Saya telpon kamu tadi. Kasih tahu dia supaya jadi beres. Mana? Kamu enggak ngapa-ngapain."
Pengakuan Menteri Satryo Soal Dituduh Tampar Pegawai
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro membantah telah menampar pegawainya atau bersikap kasar selama menjabat.
Menteri Satryo akhirnya buka suara setelah aksi demo yang dilakukan pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro pada Senin (20/1/2025) pagi.
Kata Satryo, demo itu ditenggarai masalah mutasi. Ia menyebut ada pihak-pihak yang tak terima dimutasi menggagas aksi demo.
Satryo mengungkap, mutasi ini dilakukannya karena ingin membenahi Kemendiktisaintek.
"Kita ingin membenahi. Pak Presiden mengatakan harus hemat dengan anggaran pemerintah."
"Ada mutasi cukup besar dan karena memang ada pihak-pihak yang tidak berkenan dimutasi," kata Satryo dilansir Kompas.com, Senin (20/1/2025).
Lebih lanjut Satryo juga membantah adanya tuduhan bahwa dirinya menampar pegawainya.
• BOCOR Rekaman Diduga Mendiktisaintek Satryo Brodjonegoro Tampar Vendor Gara-gara Air WC Mati
Menurut Satryo aksi penamparan pada pegawai Kemendiktisaintek ini tak ada sama sekali.
"Penamparan? Tidak ada sama sekali," tegas Satryo.
Terkait hal ini Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, merespons aksi demonstrasi yang dilakukan pegawai di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Demo ratusan ASN Kemendiktisaintek itu buntut pemecatan pegawai bernama Neni Herlina yang diduga dilakukan secara mendadak.
Dasco mengatakan, DPR berkomitmen melalui komisi teknis terkait akan melakukan pemantauan dan evaluasi dari kinerja Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro.
"Tentunya nanti kita akan minta komisi teknis yang terkait dengan kementerian juga untuk melakukan pemantauan dan evaluasi-evaluasi jika dianggap perlu," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2025).
Dasco juga mengatakan, DPR akan menelusuri polemik yang ada di Kemendiktisaintek.
"Kita akan pelajari kita akan kaji," ujar Ketua Harian Partai Gerindra itu.
Sebelumnya, Pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar aksi protes dugaan pemecatan pegawai tak sesuai prosedur oleh Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Neni Herlina, pegawai Kemendiktisaintek yang dipecat oleh Satryo menceritakan jika pemecatannya itu dilakukan secara tidak etis.
Pemecatan tersebut, kata Neni, diduga akibat persoalan pergantian meja kerja di ruangan Satryo.
"Saya sih sepertinya sudah ditandain, ketika pertama kali masalah meja itu. Meja itu ada di ruang beliau, sebenarnya minta ganti saja. Sejak itu, saya dipanggil. Dibilang, kamu sekali lagi melakukan kesalahan, saya pecat kamu," ungkap Neni di sela-sela demonstrasi di kantor Kemendiktisaintek, Senin (20/1/2025).
Dirinya mengungkapkan permintaan pergantian meja itu datang dari istri Satryo.
Permintaan itu, kata Neni, disampaikan saat Satryo resmi dilantik sebagai Mendiktisaintek.
"Waktu itu permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih. Karena waktu itu ke kantor, habis pelantikan beres-beres," tutur Neni.
Neni mengaku dimarahi oleh Satryo perihal penggantian meja tersebut.
Bahkan, Neni mengungkapkan Satryo memintanya pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca juga: Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Dikti Saintek yang Didemo Pegawai
"Ya saya disuruh ke Dikdasmen pokoknya, keluar ke Dikdasmen. Bawa barang-barang kamu," ungkap Neni.
Pemecatan itu, kata Neni, bahkan diungkapkan oleh Satryo di depan para staf Kemendiktisaintek dan magang.
"Cuma maksudnya sudah keterlaluan saja di depan anak magang, di depan staf-staf saya," ucapnya.
Dirinya berharap aksi dari Paguyuban Pegawai Dikti hari ini dapat mencegah kasus serupa yang terjadi kembali ke pegawai lain.
"Saya tidak ingin kejadian ini berulang terjadi. Jadi teman-teman saya itu bekerja dalam mencekam ketakutan. Jadi tidak ingin ada Neni-neni yang lain, yang semena-mena disuruh pergi begitu saja," pungkasnya.
(*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.