Hilangnya Dana BOS SD Gorontalo
Kadis Pendidikan Gorontalo Sebut Hilangnya Dana BOS SDN 56 Kota Timur Diduga Akibat Serangan Malware
Lukman Kasim, mengungkapkan hilangnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 56 Kota Timur disebabkan oleh gangguan sistem perangkat lunak
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lukman-kasim-soal-dana-bos.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengungkapkan bahwa hilangnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 56 Kota Timur disebabkan oleh gangguan sistem perangkat lunak.
Menurut Lukman, insiden yang terjadi sejak 7 September 2024 dan berhasil diselesaikan.
Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Bank SulutGo (BSG), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).
"Alhamdulillah, dana BOS tersebut sudah berhasil diselamatkan. Gangguan terjadi karena adanya error dalam sistem, namun pihak BSG berhasil mengatasinya," ujar Lukman.
Lukman menyebut penyelidikan awal tim siber BSG menduga perangkat ponsel milik bendahara sekolah diserang malware.
Sebagai informasi malware atau malicious software merupakan program perusak atau pencuri data dari perangkat/ sistem komputer.
"Sampai sejauh ini tidak ada kepastian mengenai penyebab pastinya. Namun yang terpenting adalah dana tersebut sudah pulih dan dapat digunakan kembali oleh sekolah untuk kebutuhan operasional," jelasnya.
Sebagai bentuk antisipasi, Lukman mengimbau seluruh sekolah di Kota Gorontalo untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan sistem berbasis online.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan sistem yang aman untuk mengelola dana BOS.
"Kami berharap semua penyelenggara satuan pendidikan memastikan sistem yang mereka gunakan benar-benar aman, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tandasnya.
Baca juga: Alasan UBM Gorontalo Masukkan Uang Transportasi dan Cenderamata dalam Rincian Biaya Wisuda Mahasiswa
Dana Bos Sudah Dikembalikan
Kepala Sekolah SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo,Hardoni Biludi, mengaku girang setelah dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang hilang kini dikembalikan Bank SulutGo (BSG).
"Setelah pihak BSG minta nomor rekening sekolah, maka disitulah timbul perasan girang dan senang kami, bahwa ternyata dana ini berarti akan dikembalikan," ujar Hardoni kepada wartawan, pada Rabu (15/1/2025).
Ia mengungkapkan telah dihubungi pihak BSG bahwa dana telah dicairkan ke rekening sekolah.
Hardoni mengaku sangat bersyukur karena uang itu bisa membayar gaji guru yang sempat tertunda.
"Yang akan saya lakukan akan menyelesaikan pembayaran honor guru yang sempat tertunda selama tiga bulan," imbuhnya.
Anggaran lainnya juga akan dialokasikan untuk rekening-rekening yang sudah dipinjam melalui pihak ketiga.
Tak hanya itu, Hardoni juga mengungkap pembayaran juga dilakukan untuk melunasi perhiasan pribadi guru yang digadaikan.
Adapun rekening pinjaman dari pihak ketiga dilunasi menggunakan uang pribadi bendahara sekolah.
Adapun dana BOS sebesar Rp 69,8 juta milik SDN 56 Kota Timur, Kota Gorontalo, sempat raib dari rekening.
Uang yang telah ditransfer oleh BSG itu merupakan dana BOS tahun anggaran 2024.
"Dalam transaksi itu tercatat empat kali penarikan, satu gagal empat berhasil," ungkap Lukman Kasim, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, saat sebelumnya ditemui di kantor DPRD Kota Gorontalo, Senin (13/1/2025).
Sebelummya Lukman menduga dana tersebut ditransfer oleh oknum tidak bertanggung jawab ke SMK di Sumatera Barat dalam bentuk send disk.
Diketahui bendahara sekolah sempat dipanggil oleh pihak kepolisian guna menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan hasil kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP), Lukman menyebut bilamana sistem BSG lemah.
Salah satu pegawai sekolah disebut membantah tudingan bahwa pihak sekolah menggunakan password yang sama untuk semua perangkat.
"Kami menggunakan satu komputer operator dan kepala sekolah, dan bendahara menggunakan handphone," bebernya.
Ia menambahkan, pihak sekolah menggunakan password berbeda-beda.
Sementara itu, Pimpinan Cabang BSG Gorontalo, Frida Pakaya, berdasarkan investigasi pihaknya mendapati adanya transaksi normal dari rekening sekolah.
"Yang kami sampaikan tadi, itu adalah hasil investigasi dari sana (BSG Pusat)," tegasnya.
Firda mengatakan, aliran dana BOS yang sudah diserahkan merupakan tanggung jawab sekolah.
Adapun hasil rapat RDP bersama komisi II DPRD Kota Gorontalo tersebut akan ditindaklanjuti ke kantor BSG pusat.
Herman Hulukati selaku Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, menyimpulkan hasil pertemuan dalam RDP tersebut.
"DPRD Kota Gorontalo meminta kepada pihak BSG untuk bertanggung jawab atas raibnya dana BOS di rekening SDN 56 Kota Gorontalo," tegasnya.
DPRD juga meminta semua proses transaksi dilakukan saat hari kerja.
"Kami bersama pihak-pihak terkait akan melakukan konsultasi ke BSG pusat mengenai masalah tersebut," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.