Jumat, 6 Maret 2026

Gempa Bumi

Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Selasa Sore 21 Januari 2025, Ini Lokasi dan Dampaknya

Berdasarkan data real-time dari BMKG, gempa terjadi di koordinat 1,19° LU dan 126,12° BT, dengan kedalaman 24 km.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Selasa Sore 21 Januari 2025,  Ini Lokasi dan Dampaknya
Getty
GEMPA BUMI -- 21 Jan 2025, 16:19:45 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa bumi dengan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Indonesia pada Selasa (21/1/2025) pukul 16.19 WITA.

Berdasarkan data real-time dari BMKG, gempa terjadi di koordinat 1,19° LU dan 126,12° BT, dengan kedalaman 24 km.

Lokasi ini berada di wilayah perairan Maluku Utara, tepatnya dekat Kabupaten Kepulauan Sula.

Menurut BMKG, gempa bumi ini tergolong dangkal karena terjadi pada kedalaman 24 km.

Gempa dangkal biasanya disebabkan oleh aktivitas tektonik di kerak bumi, dan sering kali dirasakan lebih kuat di wilayah permukaan, meskipun magnitudonya kecil.

Magnitudo 3,5 termasuk dalam kategori lemah dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan signifikan.

Namun, karena kedalamannya cukup dangkal, masyarakat di sekitar pusat gempa, seperti Pulau Mangole dan Pulau Taliabu, dilaporkan sempat merasakan getaran ringan selama beberapa detik.

Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini.

Dampak dari gempa dengan magnitudo kecil biasanya terbatas pada wilayah sekitar episentrum.

Meski demikian, jika gempa ini terjadi di wilayah padat penduduk atau infrastruktur yang rentan, getaran kecil sekalipun dapat memicu kekhawatiran masyarakat.

BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena magnitudonya yang kecil dan kedalaman yang dangkal.

Meskipun tidak menimbulkan dampak besar, gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Berikut adalah langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan:

Edukasi Masyarakat: Pemerintah daerah dan BMKG perlu terus memberikan informasi tentang cara merespons gempa, seperti melakukan evakuasi mandiri dan mencari tempat yang aman.

Penguatan Infrastruktur: Pastikan bangunan di wilayah rawan gempa dirancang tahan gempa sesuai standar.

Sosialisasi Jalur Evakuasi: Di daerah pesisir seperti Kepulauan Sula, jalur evakuasi harus jelas untuk mengantisipasi gempa besar yang berpotensi tsunami.

Peningkatan Sistem Peringatan Dini: BMKG terus memantau aktivitas seismik dan memberikan peringatan dini jika terjadi gempa yang lebih besar.
Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Meski kecil, gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia sangat rentan terhadap aktivitas seismik. Mari tingkatkan kesadaran mitigasi untuk mengurangi risiko di masa depan,” ujar Kepala BMKG Wilayah Maluku Utara. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved