Berita Gorontalo
Warga Boalemo Gorontalo Bersihkan Sisa Lumpur Banjir, Kondisinya Mengeras Tutupi Jalan
Aksi ini juga dibantu oleh personel TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo — Puluhan warga Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, bergotong royong membersihkan sisa lumpur yang mengering pasca banjir pada 9 Januari 2025.
Aksi ini juga dibantu oleh personel TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo.
Kepala BPBD Kabupaten Boalemo, Roslina Karim, mengungkapkan bahwa kegiatan pembersihan ini merupakan inisiatif bersama antara warga dan pihaknya untuk memastikan akses jalan kembali bersih.
"Sudah banyak keluhan yang kami terima dari masyarakat. Kami menunggu lumpur ini mengering agar lebih mudah dibersihkan," ujar Roslina kepada TribunGorontalo.com pada Jumat (17/1/2025).
Menurut Roslina, membersihkan lumpur yang masih basah akan membutuhkan tenaga ekstra dan air dalam jumlah besar.
"Kalau lumpur masih basah, jalanan akan semakin kotor. Jadi, kami manfaatkan momen ini untuk segera membersihkannya," tambahnya.
Desa Langganan Banjir
Kepala Desa Mohungo, Alfian Tahir, mengungkapkan bahwa banjir telah menjadi masalah rutin setiap tahun di wilayahnya. Ia menilai salah satu penyebab utama adalah kapasitas sungai yang tidak memadai untuk menampung debit air yang besar.
"Kami sudah berupaya mencari solusi untuk mengatasi banjir ini. Namun, sungai di sini memiliki volume kecil sehingga air mudah meluap ke permukiman," kata Alfian.
Ia menambahkan bahwa pihak desa telah mengajukan surat permohonan kepada pemerintah untuk memperlebar dan memperdalam sungai di desa tersebut.
Sorotan dari Warga
Abdul Wahid Isima, salah satu warga Desa Mohungo, turut menyoroti masalah infrastruktur yang memperparah banjir. Ia menyebut saluran drainase yang tersumbat menjadi salah satu penyebab air meluap hingga ke jalan dan permukiman.
"Banyak got yang mampet atau tidak memiliki jalur yang jelas. Air akhirnya meluap ke jalan karena tidak ada tempat untuk mengalir," jelas Abdul.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki sistem drainase untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
"Kalau drainase dibangun dengan baik, alirannya bisa langsung menuju sungai atau mengalir ke desa lain. Banjir pasti berkurang," pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.