Gempa Bumi
Gempa Bumi Terkini di Laut Maluku, Apa yang Terjadi?
Pemerintah bersama BMKG terus memperkuat infrastruktur informasi gempa, dengan meningkatkan jaringan sensor seismik dan memperkuat pendidikan serta ke
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah guncangan gempa bumi terjadi pada 18 Januari 2025, pukul 12:46:58 WIB.
Gempa bumi dengan magnitudo 4.5 ini terjadi di Laut Maluku, tepatnya di koordinat 5.43°LS, 130.81°BT, dengan kedalaman 128 km.
Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa ini terjadi pada kedalaman yang cukup dalam, yang mempengaruhi skala dampaknya terhadap permukaan bumi.
Lokasi dan Dampak Gempa Gempa ini terjadi di wilayah Laut Maluku, yang tidak terlalu jauh dari perairan Sulawesi Utara dan Maluku.
Meskipun magnitudo yang tercatat cukup signifikan, kedalaman yang cukup dalam, yaitu 128 km, mengurangi kemungkinan dampak yang terasa kuat di permukaan.
Gempa bumi dengan kedalaman lebih dari 100 km sering kali menghasilkan getaran yang lebih lemah di daratan, meskipun bisa terasa di daerah-daerah yang lebih dekat dengan episentrum.
Hubungan Kedalaman dan Magnitudo Kedalaman gempa memiliki hubungan erat dengan intensitas guncangan yang dirasakan.
Semakin dalam lokasi gempa, getaran yang sampai ke permukaan bumi cenderung lebih kecil.
Dalam hal ini, gempa dengan magnitudo 4.5 yang terjadi pada kedalaman 128 km ini diperkirakan tidak akan menyebabkan kerusakan besar, meskipun bisa dirasakan oleh sebagian warga di sekitar Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Sebelumnya, pada 1 November 2024, pukul 13:30:01 WIB, terjadi gempa dengan magnitudo 2.5 di koordinat 7.42°LS, 106.54°BT, dengan kedalaman 46 km.
Meskipun magnitudo kecil, kedalaman yang lebih dangkal dapat menghasilkan getaran yang lebih terasa di wilayah sekitarnya, namun dampaknya tetap minim.
Upaya Mitigasi Gempa Pentingnya mitigasi gempa bumi semakin terlihat dengan terjadinya gempa-gempa ini.
Masyarakat di daerah rawan gempa di Indonesia, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan dekat dengan sumber gempa, harus selalu siap dengan langkah-langkah keselamatan seperti melaporkan informasi gempa secara cepat, membangun struktur bangunan yang tahan gempa, dan menerapkan sistem peringatan dini yang efektif.
Pemerintah bersama BMKG terus memperkuat infrastruktur informasi gempa, dengan meningkatkan jaringan sensor seismik dan memperkuat pendidikan serta kesadaran mitigasi bencana untuk mencegah dampak buruk yang lebih besar di masa depan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pantauan-gempa-bumi-dari-laman-resmi-BMKG.jpg)