Minggu, 15 Maret 2026

Sandy Permana Tewas

5 Fakta-fakta Kematian Sandy Permana, Cekcok dengan Tetangga hingga Ditusuk Bekali-kali

5 Fakta kematian Sandy Permana Pemeran Mak Lampir yang diduga cekcok dengan tetangganya, Kasus kematian yang dialami oleh Artis Sandy Permana

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto 5 Fakta-fakta Kematian Sandy Permana, Cekcok dengan Tetangga hingga Ditusuk Bekali-kali
Instagram @sandhypermana30
Sandy Permana yang tewas dibunuh tetangga sendiri. 

TRIBUNGORONTALO.COM-5 Fakta kematian Sandy Permana pemeran Mak Lampir yang diduga cekcok dengan tetangganya, Kasus kematian yang dialami oleh Artis Sandy Permana ini ditusuk berkali-kali oleh tetangganya.

Dunia hiburan Indonesia diguncang dengan kabar duka yang meninggalnya Aktor sandy Permana, aktor yang dikenal luas melalui perannya sebagai salah satu toko legendaris "Mak Lampir"

Sandy Permana tewas mengenaskan pada Minggu (12/1/2025) di dekat rumahnya di jalan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Kini, fakta baru pembunuhan tersebut terungkap, yakni saat pertemuan terakhirnya dengan seseorang di sebuah danau, yang hingga kini belum terungkap isi percakapannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno menjelaskan bahwa Sandy pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB dalam keadaan bersimbah darah.

"Saya belum bisa memastikan ada berapa tusukan. Di leher, dada, dan perut," kata Onkoseno dalam keterangannya dikutip Selasa (14/1/2025).

Baca juga: Linery Mikha Kolondam, Cewek Manado dengan Mimpi Mulia Jadi Dokter

Awalnya, Sandy ditemukan oleh tetangganya dalam kondisi kritis, namun masih sempat dibawa ke rumah sakit.

Sayangnya, nyawa Sandy tidak dapat diselamatkan.

"Dia sempat pingsan saat dibawa ke rumah sakit," tambah Onkoseno.

Berikut ini fakta kasus penikaman Sandy Permana.

1. Pelaku tetangga sendiri

Ketua RT 05 Desa Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Sudarmadji, mengungkapkan, ia dan pihak kepolisian sudah mengetahui terduga pelaku penusukan Sandy. 

Terduga pelaku adalah tetangga Sandy yang juga tinggal di dekat lokasi kejadian.

Sebelum kejadian, Sandy dan tetangganya tersebut diketahui sudah lama bersitegang.

2. Berawal dari cekcok saat rapat warga

Sudarmadji mengungkapkan, cekcok Sandy dengan terduga pelaku sudah terjadi sejak rapat warga pada Oktober 2024.

Rapat warga itu adalah pertemuan bulanan untuk membahas berbagai hal.

Namun, saat itu Sandy dan terduga pelaku saling adu mulut.

Dalam rapat tersebut, Sandy mengusulkan gerakan mosi tidak percaya terhadap pengurus RT, termasuk terhadap Sudarmadji sebagai ketua RT, dengan alasan kurangnya kompetensi dalam memimpin.

"Karena ada menurut saya ketidaksenangan atau ketidaksetujuan pelaku terhadap korban yang menyatakan pendapatnya secara, bisa dibilang secara arogan lah. Karena dia sambil berdiri, menuju ke arah saya, menyatakan saya sudah tidak pantas, saya sudah tidak layak,” ucap Sudarmadji.

Menurut Sudarmadji, kata-kata Sandy saat memberikan aspirasinya dianggap terduga pelaku sangat arogan sehingga terjadi cekcok.

Baca juga: Petaka Makan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa SD Sukoharjo Keracunan

“Jadi ada spontanitas dari terduga, menyentuh dengan kata-kata, ‘biasa aja dong.’ Tapi terdengar oleh korban, korban membalas, ‘Situ yang biasa aja, situ siapa? Situ bukan warga sini,’” ujar Sudarmadji. 

Perdebatan itu sempat memanas, namun berhasil dilerai dan dihentikan.

Namun, ternyata berlanjut karena Sandy berencana melayangkan somasi. Hubungan mereka pun tidak akur.

3. Lokasi penikaman dekat rumah pelaku

Pada Minggu (12/1/2025) pagi, Sandy seperti biasa pergi ke tempat ternak ayam yang berada di dekat empang untuk memberi makan.

Rumah pelaku diketahui dekat lokasi ternak itu juga. Cekcok diduga kembali terjadi antara pelaku dan Sandy pada pukul 07.30 hingga terjadi penusukan. 

Lokasi tempat kejadian perkara (TKP) Sandy Permana ditusuk berjarak 100 meter dari rumahnya.

Di sekitar lokasi terlihat rumah tampak tak terurus dengan pepohonan yang mulai menutupi di sampingnya. 
Ada juga pendopo yang lengkap dengan kasur, kipas angin, colokan, dan juga beberapa botol minuman keras yang dipajang di meja tersebut.

Setelah ditusuk, Sandy Sandy berjalan sekuat tenaga mencari pertolongan. Dengan bersimbah darah, Sandy akhirnya bertemu dengan warga sekitar.

Sandy lalu terus menyebut nama pelaku yang merupakan tetangganya itu.

Adapun tetangga tersebut kabur usai menusuk Sandy. Kaburnya tetangga itu membuat warga semakin yakin bahwa dia adalah pelaku penusukan.

Saat ini, kepolisian masih mencari pelaku penusukan Sandy.

4. Isi percakapan di danau masih misteri

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah pertemuan terakhir Sandy di danau sekitar pukul 07.00 WIB sebelum kematiannya.

"Korban mengendarai motor listrik menuju danau menemui seseorang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya dikutip Selasan (13/1/2025).

Namun, isi percakapan antara Sandy dan orang tersebut hingga kini masih menjadi misteri.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk menggali lebih dalam terkait penyebab penusukan dan identitas pelaku. 

Hingga kini, penyidik telah memeriksa empat saksi yang mengetahui kejadian itu, termasuk seorang ibu yang melihat Sandy sedang terlibat keributan dengan seseorang sebelum penusukan terjadi.

Baca juga: Lirik lagu Take A Chance With Me - NIKI

Polisi juga akan menelusuri CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai pertemuan Sandy dengan orang yang ditemuinya di danau dan perkembangan selanjutnya dari kejadian ini. 

"Itu akan ditelusuri sekitar tempat kejadian perkara (TKP)," kata Ade Ary.

5. Pelaku berambut gimbal dan kru film

Istri Sandy, Ade Andriani, menyebutkan terduga pelaku penusukan suaminya adalah seorang yang dikenal dengan panggilan gimbal dan seorang kru film.

"Namanya? Gimbal. Di sini dipanggilnya gimbal," ujar Ade, Senin (13/1/2024), dikutip dari tayangan Kompas TV. 

"Dia kru film," sambung kaka ipar Sandy, Amelia.

Ade mengungkapkan, identitas pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian Sandy sudah diketahui oleh polisi.

"Foto pelaku sudah disebar. Dari polisinya katanya sudah bertindak, sudah mencari pelaku," kata Ade.

Ia juga menyampaikan rasa sakit hati dan keprihatinannya atas kejadian ini, terutama kepada anak-anaknya yang kehilangan sosok ayah.

Baca juga: Gegara Cicilan Rp 750 Juta, Pasutri di Jember Tipu Bank dengan Buat Foto Palsu Batu Nisan Suami 

Dengan kesedihan yang mendalam, Ade berharap proses hukum akan berjalan adil dan cepat.

"Harapannya semoga pelaku ditemukan dan diproses secepatnya sesuai hukum harus setimpal, seadil-adilnya. Karena saya tidak tega sama anak, karena anak-anak selalu cari ayahnya," tutup Ade.

 

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved