Rabu, 11 Maret 2026

Polisi Simpan Peledak

8 Fakta Rumah Polisi Meledak, Ditemukan Bahan Peledak Petasan, 2 Tewas hingga 5 Rumah Rusak

Rumah polisi Aipda Maryudi di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, meledak pada Senin (13/1/2025) pagi.

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto 8 Fakta Rumah Polisi Meledak, Ditemukan Bahan Peledak Petasan, 2 Tewas hingga 5 Rumah Rusak
SuryaMalang.com/M Romadoni
Anggota Brimob menjaga area rumah polisi yang meledak di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (13/1/2025). 

 Belum diketahui penyebab ledakan ini. Namun, warga setempat menyebut, setelah ledakan itu, tercium aroma belerang. 

Seusai kejadian, aparat kepolisian dari Polres Mojokerto dan Polda Jawa Timur memeriksa reruntuhan rumah yang mengalami ledakan.

2. Ibu dan Anak Meninggal

Korban Luluk Sudarwati (40) ternyata berupaya melindungi anaknya M Kaffa (3) dari reruntuhan tembok dinding rumahnya yang hancur akibat ledakan yang berasal dari rumah polisi di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Upaya Luluk Sudarwati melindungi anaknya M Kaffa dalam peristiwa tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan tim Biddokkes Polda Jatim.

 Hasil identifikasi jenazah, Luluk Sudarwati dan anaknya M Kaffa meninggal dalam kondisi lemas kekurangan oksigen akibat tertimpa reruntuhan rumah yang ambruk terkena ledakan.

Biddokkes Polda Jatim, Tutik Purwanti, mengatakan, pihaknya melakukan identifikasi terhadap jenazah korban di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari Mojokerto.

Identifikasi jenazah memperkuat dugaan korban meninggal, posisi korban Luluk melindungi anaknya saat tertimpa reruntuhan rumah.

"Pemeriksaan jenazah korban, (Kaffa) didapati beberapa luka lecet di bagian wajah dan anggota badan gerak atas dan bawah. Identifikasi jenazah (Luluk) luka lecet pada wajah, lengan dan kaki," jelasnya dalam keterangan pers di Mapolres Mojokerto, Selasa (14/1/2025).

Ia mengungkapkan, pemeriksaan terhadap jenazah korban juga ditemukan tanda-tanda asfiksia yang merupakan kekurangan oksigen pada tubuh.

 "Kami temukan asfiksia, merupakan tanda kondisi lemas karena kekurangan oksigen pada kedua jenazah tersebut. Jenazah hanya dilakukan pemeriksaan luar," ungkap Tutik Purwanti.

Dikatakan Tutik, kesimpulan pemeriksaan forensik memperkuat dugaan korban meninggal akibat tertimpa material rumah yang roboh terkena ledakan.

"Kondisi korban utuh tidak ditemukan luka bakar, hanya ditemukan luka lecet dan memar. Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa penyebab korban meninggal akibat terkena reruntuhan, dari tanda asfiksia berupa kuku membiru dan pendarahan kelopak mata serta luka lecet sesuai kondisi korban saat ditemukan," katanya.

Kodi sebelumnya mengungkap dirinya tak menyangka istri dan anaknya akan tewas dalam insiden ledakan rumah polisi.

Saat kejadian Kodi sedang bekerja di sawah yang tidak jauh dari rumahnya, sekitar pukul 08.00 WIB.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved