Berita Gorontalo
Gubernur Gorontalo Terpilih Gusnar Tiadakan Program Masa Transisi
Menurutnya, arah pengelolaan birokrasi di Gorontalo telah diproyeksikan dengan matang, sehingga tidak memerlukan perubahan besar-besaran pada tahap aw
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gubernur Gorontalo terpilih, Gusnar Ismail, menyatakan bahwa ia tidak akan memprioritaskan program masa transisi dalam pemerintahannya.
Menurutnya, arah pengelolaan birokrasi di Gorontalo telah diproyeksikan dengan matang, sehingga tidak memerlukan perubahan besar-besaran pada tahap awal.
Gusnar mengacu pada pengalamannya selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Gorontalo pada 2001-2009, yang kemudian dilanjutkan sebagai Gubernur hingga tahun 2012.
Dengan pengalaman tersebut, ia meyakini pengelolaan birokrasi saat ini sudah berada pada jalur yang tepat.
“Program masa transisi justru akan menggunakan lagi APBD yang saat ini sudah dialokasikan. Sementara kita tahu, APBD kita saat ini kecil,” ungkap Gusnar pada Selasa (13/1/2025).
Program masa transisi yang dimaksud mencakup persiapan struktural, kontinuitas program, pelayanan publik, dan koordinasi antar-pemangku kepentingan.
Gusnar menegaskan bahwa proyeksi pembangunan Gorontalo untuk tahun 2025 sudah tertuang dalam APBD yang telah disusun sebelumnya.
“Bahkan sebelum pelantikan, saya sudah berdiskusi secara informal dengan Penjabat Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili. Mereka mengapresiasi langkah-langkah yang telah saya ambil,” jelas Gusnar.
Gusnar juga menyoroti lima program unggulan yang menjadi fokus utamanya selama masa kampanye.
Kelima program tersebut meliputi pengembangan sektor agromaritim, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pariwisata, pemberian modal kepada UMKM, serta pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Perkiraan saya, beberapa program tersebut sudah masuk dalam APBD 2025. Namun, tentu ada yang masih perlu disesuaikan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa program prioritasnya tidak akan mengubah struktur APBD secara signifikan.
“Penyesuaian hanya akan dilakukan pada beberapa aspek tertentu, dan itu akan dibicarakan bersama dengan pihak terkait,” ujarnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.