Berita Gorontalo
Kesal Karena Tidak Pernah Diperbaiki, Warga Desa Hungayonaa Pasang Kursi di Jalan Berlubang
Sri Hasan, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa jalan tersebut telah bertahun-tahun rusak tanpa ada tindakan perbaikan dari pihak terkait
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jalan-berlubang-di-Desa-Hungayonaa-Kecamatan-Tilamuta-Kabupaten-Boalemo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo — Warga Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, menyuarakan kekesalan mereka terhadap kondisi jalan berlubang di dekat Jembatan Soeharto yang tak kunjung diperbaiki.
Sebagai bentuk protes, warga meletakkan kursi kayu di tengah jalan berlubang tersebut.
Sri Hasan, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa jalan tersebut telah bertahun-tahun rusak tanpa ada tindakan perbaikan dari pihak terkait.
Lubang pada jalan itu bahkan memiliki kedalaman sekitar 10 sentimeter, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.
Baca juga: Jadwal Kapal Tol Laut di Pelabuhan Tilamuta Gorontalo, 2 Kali per Januari 2025
"Sudah bertahun-tahun lamanya jalan ini tidak pernah diperbaiki. Lubangnya cukup dalam, sekitar 10 sentimeter, dan ini sangat berbahaya," ujar Sri Hasan kepada TribunGorontalo.com.
Menurutnya, peletakan kursi kayu tersebut bukan hanya sebagai bentuk kemarahan, tetapi juga sebagai tanda peringatan bagi para pengguna jalan agar lebih berhati-hati.
Ia menyebut, jalan berlubang tersebut kerap menyebabkan kecelakaan, terutama saat lubang itu tergenang air hujan.
"Sudah banyak yang celaka karena jalan ini. Apalagi kalau hujan, lubangnya tidak terlihat karena tergenang air," jelasnya.
Sri berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti keluhan warga dan memperbaiki jalan tersebut sebelum ada korban yang lebih parah.
"Semoga cepat ditangani. Jangan sampai menunggu korban berjatuhan dulu baru diperbaiki," tegasnya.
Menanggapi keluhan warga, Supandra Nur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Boalemo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan segera membahas solusinya bersama pihak terkait.
"Kami dari PUPR selalu mendengar keluhan masyarakat. Untuk jalan berlubang ini, kami akan segera mengundang pihak desa guna mencari solusi terbaik," kata Supandra Nur.
Eks Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Boalemo itu juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses perbaikan yang sedang direncanakan.
"Saya harap masyarakat dapat bersabar. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah jalan berlubang ini secepat mungkin," pungkasnya.
Protes kreatif warga Desa Hungayonaa ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat mempercepat perhatian pemerintah dalam menangani infrastruktur yang rusak.
Dengan langkah nyata dari pemerintah, masyarakat berharap keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat segera terwujud. (*)