Gempa Bumi
Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Sabtu Pagi ini: Info BMKG Guncang Barat Laut
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 07:54 WIB.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BMKG-11-Jan-2025-085401.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Tambolaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa dengan magnitudo (M) 2,5 pada Sabtu pagi, 11 Januari 2025.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 07:54 WIB.
pusat gempa berada di koordinat 9,21° LS dan 119,17° BT, tepatnya 20 kilometer barat laut Tambolaka. Gempa ini tercatat pada kedalaman 48 kilometer.
Baca juga: Gempa Bumi Guncang Pacitan Jawa Timur, Info BMKG Kedalaman Hanya 10 Km, Ini Dampaknya
Gempa dengan kedalaman 48 kilometer tergolong sebagai gempa dangkal menengah.
Kedalaman ini umumnya masih bisa dirasakan di permukaan, meskipun magnitudonya kecil.
Dalam kasus ini, gempa berkekuatan M 2,5 kemungkinan tidak menimbulkan kerusakan atau dampak signifikan karena termasuk kategori lemah.
Masyarakat di sekitar lokasi pusat gempa, khususnya di Tambolaka, dilaporkan tidak merasakan getaran berarti.
Namun, analisis awal ini masih bersifat sementara. BMKG telah memberikan disclaimer bahwa data yang disampaikan merupakan hasil pengolahan cepat dan dapat mengalami perubahan setelah pengolahan data lebih lengkap dilakukan.
Tambolaka berada di wilayah Sumba Barat Daya, NTT, yang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas seismik tinggi.
Posisi geografisnya yang berada di dekat pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia menjadikan wilayah ini rawan terhadap gempa bumi.
Aktivitas seismik yang terdeteksi hari ini kemungkinan terkait dengan pergerakan lokal pada lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.
Meskipun gempa kali ini relatif kecil, penting bagi masyarakat di kawasan NTT untuk tetap waspada.
Wilayah ini sering mengalami gempa dengan magnitudo yang lebih besar, mengingat karakteristik geologi daerah tersebut.
Sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi, seperti edukasi jalur evakuasi dan kesiapan bangunan tahan gempa, harus terus dilakukan agar risiko dapat diminimalkan.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.
BMKG akan terus memantau perkembangan dan memberikan pembaruan informasi jika diperlukan.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG.(*)