Gempa Bumi
Gempa Bumi Pertama di Kalimantan tahun 2025, Cek Info BMKG
Gempa ini berlokasi di koordinat 2.87° LU dan 117.38° BT, tepatnya sekitar 44 kilometer tenggara Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan kedalama
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-10-Jan-2025-100803.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan 3.3 terjadi pada Jumat, 10 Januari 2025, pukul 09.08 WIB.
Gempa ini berlokasi di koordinat 2.87° LU dan 117.38° BT, tepatnya sekitar 44 kilometer tenggara Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan kedalaman 21 kilometer.
Gempa ini masuk dalam kategori gempa dangkal, karena kedalamannya hanya 21 kilometer.
Gempa dangkal biasanya memiliki potensi getaran yang cukup terasa di permukaan meskipun magnitudonya kecil.
Dalam kasus ini, magnitudo 3.3 termasuk lemah, sehingga kemungkinan besar hanya dirasakan dalam skala ringan di sekitar lokasi episentrum.
Meski begitu belum ada laporan resmi soal gempa dirasakan. BMKG pun menegaskan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
BMKG melaporkan bahwa sejauh ini belum ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.
Namun, wilayah Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Bulungan, tetap perlu waspada karena daerah ini berada di sekitar zona patahan aktif yang dapat memicu gempa susulan.
Gempa bumi dengan kedalaman dangkal, seperti yang terjadi kali ini, biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar atau patahan lokal.
Dengan magnitudo 3.3, dampak gempa ini cenderung terbatas, namun getaran bisa dirasakan jika terjadi di area padat penduduk.
Getaran ini lebih mungkin dirasakan oleh bangunan yang berdiri di atas tanah lunak atau di daerah dataran rendah.
Sebagai informasi, Kalimantan termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang jarang mengalami gempa bumi.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor geologi yang unik dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya, seperti Sumatra, Jawa, Sulawesi, atau Papua. Berikut adalah penjelasannya:
1. Jauh dari Zona Subduksi
Sebagian besar gempa bumi di Indonesia disebabkan oleh aktivitas di zona subduksi, yaitu pertemuan lempeng tektonik di mana salah satu lempeng bergerak masuk ke bawah lempeng
lainnya. Zona subduksi utama di Indonesia meliputi:
Lempeng Indo-Australia yang bertumbukan dengan Lempeng Eurasia di selatan Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara.
Lempeng Pasifik yang bertumbukan dengan Lempeng Indo-Australia di wilayah Papua dan Maluku.
Namun, Kalimantan berada jauh dari zona subduksi aktif ini. Lokasinya yang relatif di tengah Lempeng Eurasia membuat aktivitas tektonik di wilayah ini sangat minim.
2. Tidak Banyak Patahan Aktif
Wilayah Kalimantan memiliki lebih sedikit patahan aktif dibandingkan dengan wilayah seperti Sulawesi atau Sumatra.
Patahan aktif adalah sumber utama gempa bumi dangkal di daratan. Beberapa patahan kecil memang ada di Kalimantan, seperti Patahan Mangkalihat di Kalimantan Timur, tetapi aktivitasnya tergolong rendah dibandingkan dengan patahan-patahan besar seperti Patahan Sumatra atau Patahan Palu-Koro di Sulawesi.
3. Struktur Geologi yang Stabil
Kalimantan memiliki struktur geologi yang relatif stabil karena sebagian besar wilayahnya berupa batuan tua (craton) yang telah lama stabil secara tektonik.
Stabilitas ini membuat wilayah Kalimantan lebih tahan terhadap deformasi akibat tekanan dari lempeng tektonik di sekitarnya.
4. Minimnya Aktivitas Vulkanik
Selain gempa tektonik, gempa bumi juga dapat dipicu oleh aktivitas vulkanik. Di Kalimantan, gunung berapi hampir tidak ada, sehingga potensi gempa vulkanik juga sangat rendah.
Ini berbeda dengan pulau-pulau lain di Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi aktif.
Meskipun jarang, Kalimantan tetap bisa merasakan gempa dari aktivitas tektonik di wilayah sekitarnya, terutama jika episentrumnya dekat dengan perairan di sebelah timur atau utara pulau.
Contohnya, gempa dari zona subduksi di Laut Sulawesi atau aktivitas tektonik di sekitar Patahan Mangkalihat.
Selain itu, Kalimantan juga rentan terhadap guncangan sekunder, yaitu getaran yang dirasakan akibat gempa besar di wilayah lain.
Misalnya, gempa besar di Sulawesi atau Filipina bisa terasa hingga ke Kalimantan jika energinya cukup kuat.(*)
| Baru Saja Terjadi! Gempa Bumi di Pesisir Jawa Sabtu 28 Februari 2026, Kedalaman 10 Km |
|
|---|
| Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Rabu Sore 25 Februari 2026, Cek Lokasi |
|
|---|
| Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Dirasakan 24 Februari 2026! Terjadi di Darat Pulau Jawa |
|
|---|
| Baru Saja Terjadi! Gempa Magnitudo Perairan Jawa, Terjadi Malam Hari |
|
|---|
| Terkini! Gempa Bumi Senin Siang 23 Februari 2026, Cek Lokasi hingga Kedalama |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.