Senin, 23 Maret 2026

Usia Pensiun 59 Tahun

Mulai 2025, Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pensiun Jadi 59 Tahun, Bisakah Pekerja Tetap Produktif?

Mulai 2025, usia pensiun pekerja di Indonesia resmi menjadi 59 tahun yang sebelumnya 58 tahun. Aturan ini merujuk pada peraturan pemerintah Nomor 45

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Mulai 2025, Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pensiun Jadi 59 Tahun, Bisakah Pekerja Tetap Produktif?
ISTIMEWA
Ilustrasi - Mulai 2025, Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pensiun Jadi 59 Tahun, Bisakah Pekerja Tetap Produktif? 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Usia pensiun di Indonesia ketambahan satu tahun lagi.

Sebelumnya, usia pensiunan ini berada di umur 58 tahun, namun kini menjadi 59 tahun.

Nah, dengan usia tersebut apakah seorang pekerja akan tetap produktif?

Baca juga: Luntang-lantung Nasib 26 Desa di Kabupaten Gorontalo, Pilkades Menunggu Juknis Mendagri

Mulai 2025, usia pensiun pekerja di Indonesia resmi menjadi 59 tahun yang sebelumnya 58 tahun.

Aturan ini merujuk pada peraturan pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.

Perubahan ini bertujuan untuk memperpanjang masa aktif pekerja dengan harapan pekerja bisa menyiapkan keuangan dan perlindungan di masa tua lebih matang.

Misalkan menyiapkan dana pensiun atau melunasi utang.

Bisakah di usia 59 tahun seseorang efektif bekerja?

Merujuk data dari WHO disebutkan bahwa usia produktif seseorang berlangsung pada usia 15-64 tahun, dimana usia tersebut seseorang bisa dengan efektif dan efisien dalam beraktivitas sehari-hari dan bekerja.

Sementara di Indonesia usia Angkatan kerja berada pada rentang usia 19 – 64 tahun.

Baca juga: Karena Kendala Biaya, Remaja Gorontalo Ini Harus Putus Sekolah dan Berjuang Jualan Es di Telaga Park

Di berbagai negara, usia produktif merupakan penggerak kemajuan perekonomian, pendapatan, dan kesejahteraan. 

Karena itu menjaga kesehatan usia produktif penting dan wajib dilakukan untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup.

Kesehatan pada rentang usia dewasa ini dipengaruhi oleh pola hidup sehat, seperti makanan sehat dan seimbang, aktivitas fisik teratur, serta pengelolaan stres yang efektif.

Orang dewasa perlu memperhatikan asupan makanan yang sehat dan bergizi, menjaga berat badan serta kesehatan jantung dengan melakukan aktivitas fisik yang teratur.

Stres yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. 
Orang dewasa juga harus belajar cara mengatasi stres dan mencari dukungan ketika dibutuhkan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menganjurkan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai upaya mencegah dan mengidentifikasi dini kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan medis.

Baca juga: Berawal Postingan Orang Hilang, Gadis 14 Tahun di Jember Malah Jadi Korban Rudapaksa 6 Pesilat

Orang dewasa perlu memeriksakan kesehatan mereka secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika ada keluhan atau tanda-tanda tidak sehat.

Pola hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan usia produktif dan mendukung produktivitas dan kualitas hidup yang optimal.

Tidak bisa dipungkiri, usia yang semakin tua membuat perubahan pada fisik dan mental makin terlihat.

Kondisi umum terjadi bisa berupa gangguan pendengaran, gangguan penglihatan katarak dan kelainan refraksi, nyeri punggung dan leher serta osteoartritis.

Maupun keluhan berupa penyakit paru obstruktif kronik, diabetes, depresi, dan demensia. 

Seiring bertambahnya usia, orang cenderung mengalami beberapa kondisi sekaligus.

Baca juga: Bukalapak Resmi Tutup Layanan Marketplace, Pembeli Hanya Bisa Pesan Barang Sebelum 10 Januari 2025

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved