Berita Provinsi Gorontalo
Dinas Pertanian Gorontalo Coba Produksi Padi Kualitas Premium, Petani Diharap Tak Lagi Titip Gabah
Dinas Pertanian (Distan) Gorontalo mendorong produktivitas pertanian dengan hasil padi premium.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Aldo-Usman-45-Petani-sawah-di-Desa-Dulohupa-Kecamatan-Telaga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dinas Pertanian (Distan) Gorontalo mendorong produktivitas pertanian dengan hasil padi premium.
Dalam upaya mendukung program swasembada pangan, Distan Provinsi Gorontalo tidak hanya mendorong peningkatan hasil produktivitas.
"Selain produksi ditingkatkan, kita juga berupaya agar kualitasnya juga meningkat dengan padi yang premium," ungkap Ridwan Matoka, Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Selasa (7/1/2024).
Para petani kata Ridwan mulai diarahkan untuk memproduksi beras premium.
Berbeda dengan beras pada umumnya, beras premium dikelola melalui dua proses.
"Kalau premium itu biasanya minimal dua proses, data di kita sudah ada 60 an penggilingan padi dengan dua kali proses," jelas Ridwan.
Penggilingan padi dengan menggunakan dua kali proses memungkinkan padi yang dihasilkan berkualitas premium, meskipun dengan benih seperti pada umumnya.
"Kalau penggilingan sekali proses itu hasilnya banyak yang patah-patah," tukasnya.
Selain alat penggilingan, metode transaksi antara petani dan pemilik gilingan juga akan diubah mekanismenya.
Faktanya di Gorontalo, tidak ada petani yang menjual gabah padi, semua dititipkan ke penggilingan sehingga pemilik gilingan mendapat upah dari jasa tersebut.
Baca juga: Suleman Datau Siswa SDN Bone Raya Gorontalo Bawa Pulang Makanan Bergizi untuk Ibu, Kapolsek Terharu
Maksud Ridwan, pihaknya secara perlahan akan merangsang para petani tidak lagi menitipkan gabah, tetapi menjualnya kepada pemilik gilingan.
Konsep semacam ini adalah konsep kemitraan dengan upaya memperbaiki hilirisasi produksi beras premium.
Keseriusan itu kata Ridwan berbuah pada pengembangan gilingan padi di Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo.
"Disana ada satu penggilingan yang coba kita ajak kerja sama dan kebetulan dia mau," pungkasnya.
Upaya ini menjadi langkah positif dalam memproduksi beras premium di Gorontalo.
Ridwan juga mengaku tidak ragu dengan market penjualan beras premium di Provinsi Gorontalo. (*)