Human Interest Story
Cerita Ade Safitri Stirman, Gadis Asal Bolsel Ukir Segudang Prestasi di Gorontalo
Ade Safitri Stirman merupakan sosok wanita cantik dengan segudang prestasi. Ade lahir pada 15 Desember 2001 di Molibagu, Bolaang Mongondow Selatan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ade-Safitri-Stirman.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ade Safitri Stirman merupakan sosok wanita cantik dengan segudang prestasi.
Ade lahir pada 15 Desember 2001 di Molibagu, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Ia merantau ke Provinsi Gorontalo untuk mengeyam pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jurusan Pendidikan Islam. Ade resmi meraih gelar sarjana pada tahun 2024.
"Saya berasal dari Molibagu Bolsel dan memutuskan ke Gorontalo untuk kuliah," ungkapnya saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (6/1/2024).
Selama ia kuliah di Gorontalo, Ade mengaku telah menorehkan banyak prestasi.
Ade pernah menjadi Duta Literasi IAIN Sultan Amai Gorontalo. Juga Duta Bahasa Provinsi Gorontalo hingga meraih Awardee Beasiswa Cendekia Baznas.
Bahkan Ade pernah berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kegiatan International Scholarship Workshop. Di sana ia mendapatkan penghargaan delegasi teraktif.
Kemudian mendapat penghargaan delegasi intelegensia pada forum pemuda perubahan yang dilaksanakan di Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan Bogor.
"Saya Alhamdulillah diberi kesempatan untuk mengikuti beberapa kegiatan Nasional dan Internasional itu semuanya secara gratis, dari pesawat dan tempat tinggal," ungkapnya.
Baca juga: Selebgram Gorontalo Ayu Ismail Polisikan sang Suami Atas KDRT hingga Ancaman Pembunuhan
Organisasi
Di dunia organisasi, Ade pernah berkecimpung di Lembaga Dakwa Fakultas Salamun Al-Farisi sebagai Sekretaris Jendral tahun 2021.
Berikut deretan organisasi yang pernah diikuti Ade selama kuliah di IAIN Sultan Amai Gorontalo:
- Humas dan Media Sahabat Lingkar Pena tahun 2021
- Lembaga Dakwah Kampus IAIN Gorontalo sebagai Ketua Departemen Kemuslimahan 2022
- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat Limutu sebagai Ketua Umum 2022
- Korps Muslimah KAMMI sebagai Ketua tahun 2024
Jadi Relawan
Ade pun mengenang kala dirinya menjadi relawan di berbagai kesempatan.
Waktu Covid-19 sedang marak, ia pernah lolos seleksi Relawan Ayo Mengajar Indonesia.
"Jadi di situ saya kumpulkan anak-anak yang saat itu belajarnya dalam jarak jauh (PJJ) untuk saya bantu proses beljar mereka," jelasnya.
Ade juga pernah menjadi Relawan Sahabat Lingkar Pena di kegiatan desa bakti literasi di Desa Malahu. Kegiatan itu juga mengajari anak-anak di desa terpencil, menumbuhkan kesadaran literasi pada mereka.
Tidak berhenti sampai di situ, ia pernah menjadi Relawan 1.000 Guru di desa terpencil Kepulauan Ponelo. Kegiatan tersebut mengajak anak-anak belajar bersama dengan suasana yang menyenangkan.
Lalu pernah masuk di Relawan Rumah Zakat, katanya kesempatan itu memberikan ia ruang untuk berkontribusi tidak hanya kepada anak-anak tetapi ke seluruh lapisan masyarakat.
"Mau anak-anak sampai orang tua, kami terjun di berbagai lokasi bencana alam, membantu menyediakan perlengkapan mereka. Harapannya bisa membuat mereka kembali tersenyum merupakan hal yang memberi arti tersendiri bagi saya," ujarnya.
Setelah lulus Ade tetap bertahan untuk mencari pekerjaan di Gorontalo. Kemudian ia diterima di TVRI Gorontalo sebagai penyiar.
Menurut Ade, setiap tempat itu merupakan sebuah wadah untuk belajar.
Saat TVRI Gorontalo membuka lowongan ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
"Ketika TVRI Gorontalo membuka kesempatan belajar itu saya tidak melewatkannya," ujar Ade.
Di samping itu ia tetap menggeluti dunia pendidikan sebagai jurusan yang ia ambil sewaktu kuliah.
"Bagi saya keterampilan komunikasi juga menjadi hal yang sangat saya senangi," bebernya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.