Selasa, 24 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Saman Usman Jadi Marbot Masjid Jabal Iqro di Gorontalo Utara Demi Hidupi Kedua Anaknya

Semua itu dilakukannya dengan ikhlas dan sabar, karena Usman meyakini bahwa rezeki sudah ada yang mengatur.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Cerita Saman Usman Jadi Marbot Masjid Jabal Iqro di Gorontalo Utara Demi Hidupi Kedua Anaknya
TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin
Saman Usman, marbot di masjid Jabal Iqro, Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (3/1/2025) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara - Saman Usman (45) merupakan marbot masjid yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Masjid ini terletak di blok plan Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara mampu menampung dua ribu jamaah.

Tugas dari pria yang kerap disapa Usman sebagai marbot masjid adalah membersihkan masjid tersebut secara rutin.

Baca juga: Cerita Wirna Adam Penjual Nasi di Pantai Monano Gorontalo Utara

Selain itu, ia juga kadang menjadi muadzin serta imam jika imam berhalangan hadir.

Walaupun penghasilan sebagai marbot masjid tidak seberapa, namun Usman tetap bersyukur masih ada pekerjaan yang bisa membantunya untuk biaya sehari-hari. 

Usman diberi gaji sebesar Rp 950 ribu perbulan oleh Pemerintah Daerah.

Tanpa ada penolakan, Usman menerimanya dengan ikhlas.

Baca juga: Cerita Siswa Gorontalo Membantu Polisi Atur Lalu Lintas di Momen Akhir Tahun

"Kalau kita selalu memakmurkan masjid Allah pasti ada keberkahan dalam hidup dan dicukupkan rezeki," ungkap Saman pada TribunGorontalo.com, Jum'at (3/1/2024).

Di samping menjadi marbot masjid, Usman juga kerap bekerja sebagai penjual ikan keliling dengan menggunakan motor.

Usman menjual ikan di waktu-waktu tertentu saja seperti dari pagi setelah solat subuh hingga pukul 11.00 Wita.

Lalu dia akan pulang ke masjid untuk kembali menjadi marbot hingga waktu Dzuhur tiba.

Kemudian akan di lanjutkan setelah Ashar sampai waktu Magrib.

Baca juga: Cerita Mila Karmila Yusup, Bendahara DPD Partai NasDem Kabupaten Bone Bolango Gorontalo

Usman menjadi penjual ikan keliling karena untuk menambah penghasilannya.

Dia memiliki dua orang anak yang masih bersekolah.

"Satunya kelas 4, dan satunya lagi kelas 3 SD," terang Usman.

Sehingga Usman berusaha cukup keras untuk mendapatkan tambahan biaya untuk kedua anaknya.

Kata Usman, pendapatan per hari dari menjual ikan tidak menentu, terkadang tidak ada yang laku sampai dirinya balik ke masjid.

Namun, semua itu dilakukannya dengan ikhlas dan sabar, karena Usman meyakini bahwa rezeki sudah ada yang mengatur.

Ujian serta cobaan pun telah dilaluinya sebagai penjual ikan keliling.

Baca juga: Kisah Sukses Kias, Petani Lobster Air Tawar dari Limboto Gorontalo dengan Nama Almashyra Farm

Kata Usman, dirinya sering di anggap remeh oleh orang lain, namun hal ini diyakini Usman sebagai ujian dan tidak membuatnya putus asa.

Usman berpesan jangan pernah mengeluh terhadap pekerjaan, semua disyukuri nanti Allah akan tambah nikmat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved