Berita Viral
Bos Rental Tewas Ditembak Komplotan Penggelapan Mobil di Tol Tangerang-Merak, Pelaku Ngaku TNI
Seorang pria di Tangerang ini tewas tertembak. Padahal, pria ini awalnya sedang melacak kendaraan yang disewakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dtykyuk.jpg)
“Korban bersama timnya yang berjumlah tujuh orang menggunakan mobil Xpander warna putih untuk melacak keberadaan mobil Honda Brio yang sebelumnya disewakan kepada orang lain,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, seperti dikutip dalam siaran Kompas TV, Kamis.
Saat tiba di rest area itu, IA mendapati bahwa mobilnya telah berpindah tangan kepada para pelaku penembakan.
Korban kemudian mencoba mengonfirmasi keberadaan mobilnya kepada pelaku.
Namun, situasi berubah tegang ketika pelaku mengeluarkan senjata api.
"Pelaku sempat mengeluarkan dua tembakan peringatan, lalu menembak ke arah korban.
Tembakan itu menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi, sementara satu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit," tutur Baktiar.
Pelaku penembakan kabur pakai mobil SUV Setelah melakukan aksinya, pelaku diduga melarikan diri menggunakan mobil jenis SUV.
Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono mengungkapkan, pelaku penembakan diduga berjumlah empat orang dan mereka bukanlah penyewa langsung mobil korban.
Polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait motif penembakan serta bagaimana kendaraan yang disewakan korban bisa berpindah tangan kepada pelaku.
Baca juga: Viral, Ogah Beli Baru, Cincin Nikah yang Jatuh ke Selokan Dievakuasi Damkar Gambir
"Masih serangkaian penyelidikan untuk mengungkap. Setelah kejadian dan adanya laporan mengenai peristiwa penembakan, kapolres, dan kasat reskrim langsung terjun untuk melakukan pengecekan TKP," jelas Purbawa.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan dan masih menyisakan banyak pertanyaan mengenai keamanan di tempat umum.
Polisi berkomitmen untuk menyelidiki lebih lanjut dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
Ngaku Anggota TNI
Satu pelaku penembakan sempat mengaku sebagai anggota TNI saat dikejar oleh korban di wilayah Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Agam, anak korban tewas ikut mengejar pelaku ke Saketi, sesuai dengan titik terdeteksinya GPS yang diduga hendak dibawa kabur pelaku.