Selasa, 10 Maret 2026

Gorontalo Terkini

Petani Bone Bolango Gorontalo Keluhkan Daun Padi Berubah Warna Jelang Musim Panen, Ini Penyebabnya

Petani sawah di Kabupaten Bone Bolango mengeluhkan daun padi yang berubah warna padahal musim panen akan segera berlangsung, ini penyebabnya

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Petani Bone Bolango Gorontalo Keluhkan Daun Padi Berubah Warna Jelang Musim Panen, Ini Penyebabnya
TribunGorontalo.com/Faisal Husuna
Yusuf saat menunjukkan kondisi daun padi yang berubah warna 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Petani sawah di Kabupaten Bone Bolango mengeluhkan daun padi yang berubah warna.

Padahal musim panen akan segera berlangsung.

Daun padi ini ditemukan berubah warna menjadi merah, kuning dan putih.

Perubahan warna dari daun padi ini disebabkan oleh adanya hama.

Yusuf Bakari, petani di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo mengungkapkan bahwa fenomena ini baru pertama kali terjadi. 

Baca juga: Petani Jagung Desa Potanga Gorontalo Curhat Kerugian Akibat Cuaca Ekstrem, Khawatir Akan Bangkrut

Kata Yusuf perubahan warna pada daun padi mulai terlihat sejak tanaman masih berumur satu bulan. 

Bahkan, tak jarang ditemukan daun padi berubah warna menjadi putih karena adanya ulat di daun tersebut.

ahg
Yusuf saat menunjukkan kondisi daun padi yang berubah warna

Sehingga Yusuf menyemprotkan obat hama dan diberi pupuk secara rutin untuk membasmi hama yang bisa membuat padi mati.

"Kalau dibiarkan, padi bisa mati," kata Yusuf.

Meski begitu, para petani bersyukur sebab harga obat dan pupuk saat ini masih normal.

Sehingga mereka tak kesusahan untuk membasmi hama yang menyebabkan padi bisa mati dan mengganggu produksi beras dari petani.

Baca juga: Petani Cabai Rawit Berusia 19 Tahun di Gorontalo Utara Raih Omzet Jutaan Rupiah

Yusuf menyebutkan bahwa pupuk jenis sponska yang biasa ia gunakan berkisar sekitar Rp 115 ribu per sak.

Selain itu, untuk masa tanam kali ini, Yusuf juga mengatakan pengairan berjalan lancar, dan stok pupuk juga obat hama terpenuhi dengan harga yang stabil. 

Yusuf berharap kondisi ini dapat bertahan hingga masa tanam berikutnya.

"Biaya perawatan padi dari awal tanam hingga panen berkisar Rp 2 juta lebih. Kalau harga pupuk naik, tentu biaya perawatan juga ikut naik," tambahnya

Baca juga: Pemerintah Buka Lowongan Petani Milenial 2024, Gaji 10 Juta Per Bulan, Begini Syarat dan Cara Daftar

Yusuf juga berharap harga hasil panen tetap stabil di kisaran Rp 650 ribu per koli, sehingga petani tidak akan rugi.

"Semoga panen kali ini sukses dan tidak ada yang gagal," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved