Berita Nasional
Pemakaman Polisi yang Gugur Dibunuh Penyelundup BBM, Putrinya: 'Aku Ikut Papa'
Pemakaman secara kedinasan dipimpin langsung oleh Wakapolres Paser, Kompol Donny Dwija Romansa, didampingi Kapolsek Batu Sopang, Iptu Harwanto.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Putri-Aiptu-Anumerta-Kiswanto-Menjerit-Pilu-Saat-Prosesi-Pemakaman-Ayahnya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Tangis haru mengiringi prosesi pemakaman Aiptu Anumerta Kiswanto, anggota Polsek Batu Sopang, Polres Paser, Kalimantan Timur, yang gugur saat menjalankan tugas operasi penindakan BBM ilegal di Kecamatan Muara Komam.
Pemakaman berlangsung di Desa Trepan, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu (18/12) malam.
Pemakaman secara kedinasan dipimpin langsung oleh Wakapolres Paser, Kompol Donny Dwija Romansa, didampingi Kapolsek Batu Sopang, Iptu Harwanto.
Prosesi dimulai dengan serah terima jenazah dari pihak keluarga kepada kepolisian RI. Setelah jenazah disalatkan, prosesi dilanjutkan dengan pengantaran ke liang lahat diiringi hujan deras.
Momen paling mengharukan terjadi saat ketiga anak almarhum, termasuk putri pertamanya, tidak mampu menahan kesedihan mereka.
“Aku ikut Papa,” jerit putri pertama Aiptu Kiswanto saat memeluk erat peti jenazah sang ayah.
Teriakan itu memecah suasana hening dan membuat keluarga besar serta rekan-rekan almarhum larut dalam duka mendalam.
AKP Suryono, kakak kandung almarhum, tampak menenangkan ketiga keponakannya.
Ia menggendong anak ketiga almarhum yang masih duduk di bangku TK, sementara dua anak lainnya memeluk erat sang paman.
Anak bungsu almarhum yang baru berusia tiga bulan berada dalam gendongan ibunya, Rosalia Nugraheni, yang terlihat tegar meski wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam.
Jenazah Aiptu Kiswanto dimakamkan di sebelah timur makam ibunya, Semi, sesuai dengan permintaan keluarga. Wakapolres Paser, Kompol Donny Dwija Romansa, juga menandai penghormatan terakhir dengan mencangkul tanah untuk pengurukan makam.
Aiptu Kiswanto gugur pada 17 Desember 2024 setelah dianiaya salah satu pelaku BBM ilegal menggunakan tangan kosong saat melakukan pemeriksaan.
Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Muara Komam, Paser, Kalimantan Timur.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Muara Komam, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo, menyatakan bahwa peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting tentang risiko besar yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan.
“Kami kehilangan seorang anggota terbaik yang gugur dalam tugas mulia menegakkan hukum dan melindungi kepentingan negara,” ungkap Novy.
Ia juga menegaskan komitmen Polres Paser untuk memberantas BBM ilegal secara tegas dan memastikan proses hukum terhadap pelaku berjalan adil.
“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi kami. Semua anggota telah diingatkan untuk selalu waspada dan bergerak dalam koordinasi yang baik saat bertugas,” tambahnya.
Aiptu Anumerta Kiswanto meninggalkan seorang istri dan empat anak.
Anak pertama masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi, anak kedua duduk di bangku SMP, anak ketiga di TK, dan anak terakhir masih bayi berusia tiga bulan.
Perhatian serius
BBM ilegal kini ramai menjadi perbincangan dan mendapat sorotan pascatewasnya seorang anggota polisi di Kabupaten Paser.
Meski menjadi wilayah paling selatan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kabupaten Paser tidak luput dari sasaran pebisnis BBM ilegal, ibarat bayangan yang tak pernah hilang.
Dibalik upaya penegakan hukum, ada cerita pengorbanan almarhum Aipda Kiswanto, PS Kanit Reskrim Polsek Batu Sopang yang gugur saat menjalankan tugas operasi penindakan BBM ilegal pada 17 Desember lalu di Kecamatan Muara Komam.
Saat melakukan pemeriksaan, salah satu pelaku melakukan perlawanan dengan memukul Aipda Kiswanto menggunakan tangan kosong hingga akhirnya korban dilarikan ke Puskesmas Muara Komam, namun nyawanya tidak tertolong.
Dari insiden itu, Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo berkomitmen untuk memberi perhatian serius dalam memberantas BBM ilegal.
"Kejadian tragis ini menjadi perhatian serius bagi kami, Polres Paser berkomitmen untuk terus memproses hukum kasus penyelundupan BBM ilegal ini dengan tegas," tegas Novy, Rabu (18/12).
Peristiwa itu juga dianggap sebagai pengingat penting terhadap risiko besar yang dihadapi oleh aparat penegak hukum, dalam misi pemberantasan kejahatan yang merugikan negara.
"Kami kehilangan seorang anggota terbaik yang gugur saat menjalankan tugas mulia dalam menegakkan hukum dan melindungi kepentingan negara," tambahnya.
Novy memastikan, proses hukum terhadap pelaku akan berjalan adil dan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengingatkan anggota Polres Paser untuk tetap waspada saat menjalankan tugas.
"Sudah kami sampaikan ke anggota untuk tetap waspada, jangan bergerak sendiri dan semua dalam satu ikatan. Karena saat penindakan, kita tidak tahu sesuatu hal yang terjadi. Jadi saat dilakukan pengamanan, pelaku harus diborgol langsung," pungkas Kapolres Paser. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.