Profil Sri Wahyuni Daeng Matona Kadis Kominfotik Provinsi Gorontalo

Ia dilantik langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, menggantikan Rifli Katili, pejabat sebelumnya yang telah mengakhiri masa tugasnya.

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
DOC
Sri Wahyuni Daeng Matona, Kepala Diskominfotik Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sri Wahyuni Daeng Matona kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Gorontalo.

Ia dilantik langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, menggantikan Rifli Katili, pejabat sebelumnya yang telah mengakhiri masa tugasnya.

Sebelum menduduki posisi ini, Sri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Biro Organisasi di Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo.

Perempuan kelahiran Gorontalo, 9 April 1977 ini, telah menorehkan berbagai pengalaman dalam dunia pemerintahan selama karirnya.

Di usia 47 tahun, ia terus menunjukkan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi Gorontalo.

Saat ini, ia berdomisili di Desa Talango, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Sri Wahyuni mengantongi gelar akademik yang mumpuni.

Ia adalah lulusan strata satu dengan gelar Sarjana Sains Terapan Pemerintahan (S.STP) dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister Sains (M.Si).

Latar belakang akademisnya ini memperkuat langkahnya untuk mengemban amanah sebagai seorang birokrat dengan pangkat Pembina Utama Muda, golongan IV/C.

Dalam wawancaranya dengan TribunGorontalo.com, Sri Wahyuni mengungkapkan visinya untuk membawa nama Gorontalo ke level nasional.

Menurutnya, pencapaian selama ini baru sebatas lokal, dan ke depan, ia ingin memastikan Gorontalo mendapat pengakuan yang lebih luas.

“Kita akan menggaungkan Gorontalo ke level nasional. Kalau sekarang ini kan baru lokal saja,” ujar Sri Wahyuni dengan penuh optimisme.

Meski begitu, ia tidak melupakan pondasi yang telah diletakkan oleh pejabat sebelumnya.

Sri Wahyuni mengapresiasi prestasi Rifli Katili yang dianggapnya telah membuka jalan bagi proyeksi program-program ke depan.

Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi Radio Rakyat Hulondhalo (RH), yang dinilai sebagai aset penting dalam mengangkat prestasi Gorontalo.

Sri Wahyuni menyoroti Radio Rakyat Hulondhalo (RH) sebagai salah satu sarana yang akan terus dimaksimalkan.

Menurutnya, radio ini telah menunjukkan kinerja yang baik, bahkan mendapatkan penilaian positif dari Komisi Penyiaran Internal Daerah (KPID).

“Kita sudah bagus, bahkan sudah ada penilaian dari KPID,” jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved