Berita Provinsi Gorontalo
Pertama di Gorontalo, Rumah Sakit Bhayangkara Bakal Bangun Instalasi Therapy Hyperbaric
Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Gorontalo berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan berencana membangun instalasi Therapy Hyperbaric.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/S-Bhayangkara-Gorontalo-di-Jl-Runi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Gorontalo berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan berencana membangun instalasi Therapy Hyperbaric.
Instalasi ini menjadi fasilitas layanan kesehatan pertama di Provinsi Gorontalo.
Layanan Hyperbaric Oxygen Therapy yaitu metode pengobatan konvensional dengan menghirup oksigen murni melalui masker dalam ruang udara bertekanan tinggi (Hyperbaric Chamber) yang diberi tekanan lebih dari satu atmosfer absolute.
"Layanan ini punya banyak manfaat diantaranya, mengatasi penyakit dekompresi, mempercepat penyembuhan patah tulang, perbaiki pola tidur, kebugaran tubuh, mencegah penuaan dini," ujar AKP Agung Darmawan, Karumkit Bhayangkara Gorontalo, Selasa (17/12/2024).
Selain itu ia menambahkan, manfaat lain dari Therapy Hyperbaric adalah membantu pembentukan jaringan kolagen untuk kecantikan kulit, mempercepat penyembuhan luka, kebutuhan oksigen terpenuhi, percepatan penyembuhan dan melawan infeksi, mengembalikan fungsi jaringan.
Intinya lanjut Agung, ini menjadi target pembangun bangunan di RS Bhayangkara ke depan.
Inisiasi itu berangkat dari kegiatan kaji tiru yang dilaksanakan selama tiga hari di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu, Malang, Jawa Timur.
Terpisah, Kabid Dokkes Polda Gorontalo, Kombes Pol Moch Toto Sugiharto, menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam rangka mempelajari dan mengadopsi praktik-praktik terbaik di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu.
Pihaknya pun berharap dapat meningkatkan kualitas layanan di RS Bhayangkara Gorontalo.
“Kami sangat mengapresiasi penyambutan dan pelayanan dari pihak RS Bhayangkara Hasta Brata Batu. Tentunya, apa yang kami peroleh dari kegiatan ini, akan kami terapkan di RS Bhayangkara Gorontalo,” ungkapnya.
Di sisi lain, Karumkit Bhayangkara Hasta Brata Batu, AKBP dr. Ananingati menyampaikan, suatu kehormatan bagi RS Bhayangkara Hasta Brata Batu mendapat kunjungan dari RS Bhayangkara Gorontalo.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi muara bagi kedua rumah sakit untuk senantiasa berupaya meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca juga: Detik-detik Rizki Ahmad Siswa SMPN 3 Duhiadaa Gorontalo Ditemukan Tewas, Sempat Hilang 2 Jam
“Rumah sakit harus terus bergerak agar tidak terlindas oleh zaman. Oleh karena itu, kami menyambut positif kunjungan ini, dengan harapan agar pengalaman yang didapatkan, bisa menjadi inspirasi bagi RS Bhayangkara Gorontalo," tutupnya.
RS Bhayangkara Gorontalo Terbuka bagi Pasien BPJS Kesehatan
Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Gorontalo terus mengalami pengembangan, saat ini tercatat ada 19 dokter spesialis.
Rumah sakit yang berada di Jalan Rumi S Kabli, Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, ini juga terus melakukan peningkatan layanan untuk pasien.
Tidak hanya khusus anggota Polri, RS Bhayangkara juga terbuka untuk pasien umum. Bahkan bagi mereka yang terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.
"Awal berdirinya memang ditujukan untuk personel beserta keluarga dan anak. Namun seiring berjalannya waktu, kita juga bisa membantu program-program dari pemerintah. Pada saat ini kami sudah melayani bukan hanya anggota Polri dan TN tetapi juga ke masyarakat umum," ujar AKP Dr. Agung Darmawan, Sp.M, Kepala RS (Karumkit) Bhayangkara Gorontalo, saat Podcast di Studio TribunGorontalo.com yang dipandu oleh Herjianto Tangahu, Rabu (20/11/2024).
Selain BPJS Kesehatan, RS Bhayangkara juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai asuransi.
Dengan upaya itu, saat ini RS Bhayangkara menjadi salah satu RS rujukan di Kabupaten Gorontalo, termasuk Provinsi Gorontalo.
"Bahkan kemarin kita masuk peringkat I sebagai RS dengan pelayanan mutu favorit BPJS kesehatan regional X, meliputi Sulawesi Utara, Maluku, dan Sulawesi Tenggara," ujar Agung.
Salah satu indikatornya adalah para pasien BPJS Kesehatan tidak lagi dipersulit dengan membawa berkas fotokopi.
"Cukup menunjukan nomor induk kependudukan (NIK) semua kita bisa layani, jadi tidak pakai lagi kertas-kertas," tukasnya.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Pasutri Tertimpa Longsor di Kelurahan Botu, Siswa SMP Tewas Tenggelam
Pengguna BPJS Kesehatan dari luar daerah bahkan bisa menikmati layanan kesehatan di RS Bhayangkara, tanpa dipersulit.
"Kalau yang luar daerah namun menetap di Gorontalo, itu diberikan kesempatan tiga kali pelayanan," bebernya.
Saat ini RS Bhayangkara memiliki sekitar hampir 19 dokter spesialis, dan membuka 15 macam pelayanan spesialistik, dengan empat mayor pada bedah penyakit dalam, untuk anak-anak, obstetri dan ginekologi.
"Selain itu ada spesialis mata dan Telinga Hidung Tenggorokan(THT), kulit kelamin, ortopedi, jantung dan pembuluh darah, rehabilitasi medik dan lain-lain," rincinya.
Meskipun baru dua tahun diresmikan sejak tahun 2022, upaya pengembangan dan pelayanan mutu kesehatan terus ditingkatkan.
RS yang telah memperoleh akreditasi paripurna ini, masih terus menjajaki tenaga spesialis guna menambah pelayanan di bidang spesialis bedah thorax dan vaskuler.
Agung mengaku saat ini Gorontalo masih kekurangan tenaga kesehatan (nakes) khsususnya dokter spesialis.
Dalam podcast yang berdurasi sekitar 46 menit itu, Agung juga curhat mengenai upaya yang dilakukan sejak awal diamanahkan sebagai Karumkit Bhayangkara Gorontalo.
"Saya mempelajari dulu, menganalisisa apa kelebihan dan kekurangan RS Bhayangkara Gorontalo, kemudian menjajaki dan berkoordinasi dengan RS yang sudah ada," ungkapnya.
Hal itu kata Agung sebagai upaya kaji tiru agar dapat diadopsi RS Bhayangkara Gorontalo.
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Terkini, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.