Pabrik Uang Palsu UIN Alauddin Makassar
Terbongkarnya Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar, Bagaimana Tanggapan Rektor soal Ini?
Dugaan pabrik uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan terungkap setelah polisi melakukan penggerebekan.
TRIBUNGORONTALO.COM-Pabrik uang palsu terbongkar di kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.
Kampus II UIN Alauddin berada di Jl HM Yasin Limpo, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Terbongkarnya pabrik uang palsu di UIN kini viral di media sosial.
Dugaan pabrik uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan terungkap setelah polisi melakukan penggerebekan di gedung perpustakaan kampus.
Kejadian ini kini menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Pabrik uang palsu tersebut berlokasi di Kampus II UIN Alauddin yang terletak di Jl HM Yasin Limpo, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Baca juga: Motif Izin ke Istri Bawa Anak Keluar, Ternyata Diam-diam Selingkuh di Dalam Mobil
Penggerebekan dilakukan setelah pihak kepolisian mengamankan seorang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam produksi uang palsu.

Kapolsek Pallangga, Iptu Firman, mengonfirmasi kasus ini telah ditangani oleh Polres Gowa.
"Di Polres (yang tangani), komunikasi dengan bapak Kapolres atau Kasat Reskrim," ujarnya.
Meskipun penggerebekan telah dilakukan, hingga saat ini belum ada garis polisi yang terpasang di sekitar lokasi, dan aktivitas mahasiswa di kampus tetap berjalan seperti biasa.
Kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek gedung perpustakaan di kampus tersebut yang diduga digunakan sebagai tempat produksi uang palsu.
Berdasarkan informasi awal, uang palsu yang diproduksi telah mencapai nilai ratusan juta rupiah.
Baca juga: Kecelakaan di Pacitan Terjadi Gegara Hendak Mendahului Kendaraan Lain, Pemotor Hantam Truk Boks
Penggerebekan dan Penyelidikan Polisi
Pengungkapan ini bermula dari penangkapan seorang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan produksi uang palsu.
Informasi juga mengindikasikan keterlibatan salah satu pegawai kampus UIN Alauddin.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.