Sabtu, 14 Maret 2026

Berita Viral

Santri di Nganjuk Ini Ngamuk serta Aniaya Temannya Gegara Dibangunkan Salat Subuh dengan Tendangan

Salah satu di Nganjuk ini mengamuk marah tak terima. Ternyata, dirinya dibangunkan temannya untuk salat subuh dengan cara ditendang.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Santri di Nganjuk Ini Ngamuk serta Aniaya Temannya Gegara Dibangunkan Salat Subuh dengan Tendangan
Freepik.com
Ilustrasi penganiayaan -- Santri di Nganjuk Ini Ngamuk serta Aniaya Temannya Gegara Dibangunkan Salat Subuh dengan Tendangan 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu di Nganjuk ini mengamuk marah tak terima.

Ternyata, dirinya dibangunkan temannya untuk salat subuh dengan cara ditendang.

Alhasil, santri tersebut emosi lantas menghajar dan menganiaya temannya itu.

Motif kasus penganiayaan yang dialami seorang santri di pondok pesantren yang berada di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terkuak.

Baca juga: Warga Temukan Mayat Pria Pemilik Tambak Terkapar Tak Bernyawa di Sekitar Sungai Banjarmasin

SA (sebelumnya diberitakan AF) terpantik memukul korban, MKM (12), gara-gara sikap berlebihan saat membangunkan tidur. 

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Julkifli Sinaga mengatakan, kejadian tersebut belangsung pada Kamis (14/11/2024) sekitar pukul 04.30 WIB. 

Kala itu, korban membangunkan SA untuk salat Subuh sembari menendang. 

Sontak, SA (13) naik darah mendapat perlakuan tersebut.

Baca juga: Kecelakaan di Pacitan Terjadi Gegara Hendak Mendahului Kendaraan Lain, Pemotor Hantam Truk Boks

"Diduga korban dipukul lima kali oleh pelaku pada bagian lengan kanan akibat emosi," katanya, Jumat (13/12/2024). 

AKP Julkifli Sinaga menyatakan, pemukulan yang dilakukan SA diperkuat oleh keterangan para saksi. 

Sementara beberapa hari lalu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk rampung memeriksa beberapa saksi. 

Di antaranya, keluarga, teman sekamar korban, dan pihak pondok pesantren. 

Baca juga: Gegara Sakit Hati, Keponakan di Boyolali Tega Bakar Pamannya, Tuang Bensin di Kamar Korban

"Luka serius di kepala korban menurut keterangan para saksi bukan karena terduga pelaku. Terduga memang pernah menganiaya, tapi hanya penganiayaan ringan, ini menurut para saksi," katanya. 

Oleh sebab itu, lanjut AKP Julkifli Sinaga, pihaknya masih terus mendalami penyebab pasti pendarahan otak yang diderita korban. 

Saat ini, korban juga belum bisa dimintai keterangan mendalam, karena masih menjalani perawatan. 

Sumber: TribunJatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved