Rabu, 11 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Jalan di Talumolo Kota Gorontalo Bertahun-tahun Rusak, Warga Desak Perbaikan

Jalan Mayor Dullah, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo

Tayang:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Jalan di Talumolo Kota Gorontalo Bertahun-tahun Rusak, Warga Desak Perbaikan
TRIBUNGORONTALO/NUR AINSYAH HABIBIE
Sejumlah pengendara melintas di kawasan jalan rusak di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Rabu (11/12/24). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jalan Mayor Dullah, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo sudah mengalami kerusakan bertahun-tahun dan tak kunjung diperbaiki

Adrian Darise, warga Leato yang sering melintasi kawasan Makam Aulia Male Ta Ilayabe mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini sebetulnya telah terjadi sejak dua tahun lalu.

“Dua tahun lalu jalan ini masih aspal biasa. Hanya saja memang sudah berlubang yang menimbulkan genangan air saat hujan, karena saat itu belum ada saluran drainase,” ungkap Adrian kepada TribunGorontalo.com, Rabu (11/12/24).

Setahun terakhir pemerintah mulai membangun saluran drainase dan berencana untuk mengaspal ulang jalan tersebut. 

Sebagai persiapan, pemerintah sempat menimbun jalan dengan pasir untuk meratakan permukaan dengan saluran drainase. 

Namun, jalan tersebut tak kunjung diperbaiki hingga pasir itu terus terkikis hujan sampai akhirnya pada awal 2024, jalan kembali rusak seperti semula.

Situasi semakin buruk saat banjir besar melanda Gorontalo pada Juli 2024. Banjir yang disertai longsor ini membawa longsoran material dari area makam di atas jalan yang menutupi sebagian besar permukaan jalan.

“Sudah bertahun-tahun kami menunggu perbaikan, tapi sampai sekarang tidak ada solusi sama sekali. Bahkan setelah banjir memperparah kerusakan, tidak ada tindakan konkret yang dilakukan,” keluhnya.

Akibatnya, warga yang melintas harus menghadapi debu tebal yang berdampak buruk bagi kesehatan maupun keselamatan.

“Kami terpaksa menggunakan masker dan kacamata setiap melintas untuk melindungi diri dari debu. Kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi kami pengendara motor,” tambah Adrian.

Hingga kini, menjelang pergantian tahun, jalan ini masih tertimbun pasir yang berdebu saat kering, dan sangat licin ketika hujan. 

Hal ini tak hanya menimbulkan keresahan dari warga sekitar, melainkan wisatawan turut merasakan dampak dari kerusakan jalan tersebut.

Adrian, mengatakan bahwa kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga pada keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

“Kami hanya ingin pemerintah lebih peduli. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan banyak orang. Apalagi jika hujan turun, jalanan menjadi licin dan bisa menyebabkan kecelakaan. Kami berharap masalah ini segera ditangani demi kenyamanan dan keamanan bersama,” harapnya

Hingga kini, belum ada tindakan konkret dari pemerintah untuk memperbaiki jalan di kawasan ini. 

Sejumlah warga mendesak pemerintah setempat untuk segera mengambil langkah nyata demi menyelesaikan masalah ini. 

Menurut mereka, perbaikan jalan ini dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta mendukung kemajuan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan aktivitas warga sehari-hari.

Yuda Dalie, seorang wisatawan menyayangkan jalan tersebut yang dibiarkan bertahun-tahun rusak, sebab jalan itu merupakan satu-satunya akses menuju destinasi wisata laut yang ada di Bone Pesisir.

Sebab wisata unggulan yang mengharuskan pengunjung melintasi kawasan ini adalah wisata hiu paus. 

Wisata ini menjadi daya tarik besar bagi turis mancanegara dan artis ibu kota yang datang untuk menikmati keindahan hiu paus di laut Gorontalo.

Yuda khawatir kondisi jalan yang dibiarkan rusak seperti ini akan memberikan kesan buruk tentang infrastruktur Gorontalo di mata para pendatang. 

“Khawatirnya turis atau artis-artis ibu kota yang datang ke sini akan menilai buruk infrastruktur di Gorontalo. Susah-susah memberi terobosan yang membanggakan, ternyata justru infrastrukturnya yang memberikan kesan buruk,” ujar Yuda.

Untuk itu, Yuda berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan tersebut. 

Menurutnya, akses yang lancar menuju destinasi wisata seperti wisata hiu paus, tidak hanya penting bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat lokal yang menggantungkan penghidupan pada sektor pariwisata.

“Perbaikan jalan ini harus menjadi prioritas. Jika jalan dibiarkan rusak, hal ini tentu memberikan kesan buruk dan dapat menurunkan minat wisatawan. Padahal, pariwisata adalah salah satu kekuatan ekonomi kita,” jelas Yuda. (*/Tika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved