Minggu, 8 Maret 2026

Polisi Tembak Siswa

Nasib Polisi Tembak Siswa di Semarang, Aipda Robig Zanedin Resmi Dipecat dari Polri

Ajun Inspektur Polisi Dua (Aida) Robig Zaenudin resmi dipecat dari keanggotaan Polri, Senin (9/12/2024) malam.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Nasib Polisi Tembak Siswa di Semarang, Aipda Robig Zanedin Resmi Dipecat dari Polri
istimewa
Capt foto / dok ist. Aipda Robig Zaenudin (38) pelaku penembakan terhadap tiga pelajar Semarang mengikuti sidang etik kepolisian, Kota Semarang, Senin (9/11/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ajun Inspektur Polisi Dua (Aida) Robig Zaenudin resmi dipecat dari keanggotaan Polri, Senin (9/12/2024) malam.

Sekitar delapan jam Robig mengikuti Sidang Etik Profesi Polri (KEPP) yang diselenggarakan Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Artanto, Aipda Robig Zainudin dijatuhi hukuman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Robig disebut bakal mengajukan banding. Ia diberikan waktu 3 hari untuk menyelesaikan laporan.

Aipda Robig Zainudin diketahui merupakan pelaku penembakan terhadap siswa berinisial S dan A.

Satu korban telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Ia adalah Gamma Rizkynata Oktafandy.

Gamma ditembak di bagian pinggang.

Kronologi

Ilustrasi Gamma Rizkynata Oktafandy, Siswa SMKN 4 Semarang korban penembakan.
Ilustrasi Gamma Rizkynata Oktafandy, Siswa SMKN 4 Semarang korban penembakan. (Tribun Network)

AD (17) yang menjadi korban selamat saat penembakan oleh personel Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin, membeberkan kronologi versinya saat peristiwa tanggal 24 November 2024 tersebut terjadi.

Diketahui, dalam peristiwa ini, ada satu korban tewas, yaitu siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy (16), yang menderita luka tembak pinggul akibat tembakan Aipda Robig.

Dikutip dari Tribun Jateng, AD mulanya membantah adanya tawuran saat insiden penembakan terjadi.

Dia mengungkapkan bahwa dirinya dan dua rekannya, yaitu Gamma dan SA (16), hendak pulang setelah makan di warung kopi.

Namun, saat melintas, dia mengaku bahwa Aipda Robig langsung menodongkan pistol.

"Kami habis makan di burjo (warung kopi) terus OTW (jalan) pulang. Tiba-tiba di lokasi kejadian ketemu (polisi) langsung nodong (pistol)," ujar AD sebelum mengikuti sidang etik Aipda Robig di Mapolda Jateng, Senin (9/12/2024).

AD membantah bahwa pada hari tersebut dirinya kedua rekannya hendak melakukan tawuran.

Dia mengatakan hendak pulang setelah latihan paskibra di sekolahnya.

"Sorenya habis melatih (paskibra). Terus pulang dulu. Habis isya baru keluar. Main di tongkrongan, nama tempatnya nggak tahu. Di sekitar situ juga," katanya.

Kemudian, AD membeberkan urutan rombongannya bersama para rekannya.

Adapun motor yang dikendarai Gamma berada di paling depan rombongan di mana ia juga memboncengkan rekannya.

VIDEO Detik-detik Polisi Tembak Siswa hingga Tewas

Di urutan kedua rombongan, ada rekan S yang turut memboncengkan rekannya yang tidak dikenal AD.

Sementara itu, motor terakhir adalah motor yang dikendarai oleh AD.

"Motor kedua gak ada yg luka, malah dia saja kaget saya kena," terangnya. 

Sebelum ditembak, AD menyebut rombongannya mengendarai sepeda motor secara pelan.

Namun, tiba-tiba Aipda Robig disebut AD langsung menodongkan pistol yang membuat rombongannya memacu laju sepeda motornya.

"Ya kami kaget ada langsung nodong Kalau cuma turun di tengah masih mikir ah mungkin apa, (kalau ini) langsung nodong," ungkapnya.


Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Versi Korban Selamat soal Aipda Robig Tembak Gamma, Bantah Ada Serempetan

 

Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Terkini, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved