Berita Viral
Baru 4 Hari Kerja, SPG Rokok Elektik Ini Viral Gegara Dilecehkan Anggota DPRD Kabupaten Cirebon
Baru kerja sebagai SPG rokok elektrik, wanita ini dilecehkan konsumennya. Konsumennya adalah seorang pejabat, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Ci
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/weufhiwrf.jpg)
Unggahan korban langsung viral dengan lebih dari 3,5 juta tayangan dan ribuan komentar dukungan.
"Saya spontan menolak dan berontak, tapi nggak sempat merekam apapun,” tulis korban dalam unggahannya.
Setelah melaporkan kejadian ini ke Polresta Cirebon, pihak korban juga akan melaporkan kasus ini ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Cirebon.
"Sambil berjalan pemeriksaan-pemeriksaan, nanti kami layangkan surat bukan hanya ke BK DPRD Kabupaten Cirebon, melainkan juga ke instansi terkait untuk minta perlindungan ke klien kami dan memohon keadilan," kata Yudia.
Pihaknya memohon maaf apabila informasi yang beredar terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh MJ membuat kegaduhan di tengah masyarakat.
Baca juga: Undangan Sekolah di Bekasi Viral, Gegara Sekolah Minta Uang Pungli Rp 1 Juta Tunai: Orangtua Syok
"Akan tetapi, izinkan kami memprosesnya terlebih dahulu secara obyektif dan bertanggung jawab," kata Handarujati.
Hingga Sabtu (7/12/2024) malam, cuitan itu telah ditayangkan lebih dari 4,8 juta kali dengan lebih dari 10.000 cuitan ulang.
Unggahan ini pun meraup 47.000 simbol suka dari warganet.
Korban mengaku mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak termasuk salah satunya dari tempat kerjanya.
“Kalau kondisi klien kami ada intimidasi, karena tadi malam klien kami datang meminta bantuan dan perlindungan hukum,” ujar Yudia kepada awak media selepas melapor.
Ia menjelaskan, intimidasi tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk EO tempat korban bekerja, yang meminta unggahan terkait insiden pelecehan tersebut dihapus.
“Mereka minta masalah ini tidak di-blow up dan postingannya minta di-take down, lalu diedit karena membawa nama brand."
"Mereka ingin berupaya untuk tidak bertanggung jawab,” ucapnya.
Baca juga: Tengah Menanti Kehadiran Anak Laki-laki, Istri Tewas Ditabrak Truk, 2 Anak Perempuannya Selamat
Menurut Yudia, tekanan ini memengaruhi kondisi psikologis korban, terlebih karena kasus tersebut melibatkan anggota DPRD.
"Kami protect klien kami agar tidak berkomunikasi keluar karena ini berhubungan dengan pejabat, apalagi ada kepentingan politik di dalamnya,” jelas dia.