Berita Viral
Undangan Sekolah di Bekasi Viral, Gegara Sekolah Minta Uang Pungli Rp 1 Juta Tunai: Orangtua Syok
Undangan sekolah ini yang ditujukan buat orangtua murid malah ada permintaan uang Rp 1 juta. Tak ada uang para siswa tak bisa ujian sekolah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdkfjunhbgliksh.jpg)
Kasusnya berupa pungli sebesar 1.000.000 - 2.500.000 setiap siswa wajib membayar. Kasus ini serius tolong pak segera ditindak," ungkap sang siswa SMA, Kamis (5/12/2024).
Lebih lanjut, sang siswa juga menceritakan kronologi dugaan pungli yang diminta pihak sekolah kepada orang tua murid.
Ternyata modusnya adalah pihak sekolah memberikan undangan kepada orang tua murid dan disuruh datang ke sekolah.
Baca juga: Agus Buntung, Pemuda Tunadaksa yang Viral di Mataram Disebut Punya Kecerdasan Interpersonal Kuat
Sesampainya di sekolah, orang tua murid diminta mengisi kertas agar membayar sejumlah uang untuk fasilitas sekolah.
Diungkap sang siswa, ia heran kenapa pihak sekolah meminta uang kepada orang tua murid padahal sekolah tersebut adalah sekolah negeri.
"Kronologi, orang tua siswa diundang ini salah satu pengakuan akan saya jabarkan. (Orang tua) dapat undangan dari sekolah buat bersosialisasi dari komite sekolah eh pas nyampe malah disuruh isi kertas buat nulisin angka uang yang mau dikasih orang tua ke sekolah padahal tertulis bersosialisasi pada undangan tersebut.
Saya selalu siswa merasa dirugikan padahal ini negeri, mana mungkin uang tanah pagar serta bangunan lain menggunakan uang siswa. Tolong ditindak pak, dengan hormat saya kepada bapak saya ucapkan terima kasih," kata sang siswa.
Telah mengurai keresahannya ke akun Lapor Mas Wapres, korban kecewa lantaran tak digubris.
Sebab kata sang siswa, chat-nya tidak terkirim lantaran nomor Lapor Mas Wapres tidak aktif lagi.
"Udah sempat lapor Mas Gibran kan ngadain lapor mas wapres, saya coba lapor ternyata nomornya udah off," akui sang siswa.
Lantaran tak ada respons dari Lapor Mas Wapres, siswa SMA Cibitung itu akhirnya mengadu ke Bro Ron.
Diungkap sang siswa, ada konsekuensi jika para siswa tidak membayar uang yang diminta pihak sekolah.
Baca juga: Viral, Gus Miftah Hina Goblok Penjual Es Teh Keliling, Terkuak Sosoknya, Punya 2 Anak Belia
Yakni para murid tidak bisa mengikuti ujian sekolah.
"Masalahnya kalau ga bayar ga dikasih kertas ulangan bang. Gimana mau maju Indonesia emas," pungkas sang siswa.
"Itu undangan sosialisasi ternyata ngejebak orang tua buat nulis nominal. Minimal banget Rp1 juta. Dari tahun kemarin seperti itu pak. Beda-beda alasannya. Tahun kemarin uang pagar, sekarang uang urug tanah. Namun pagar tak dibangun, tanah pun tidak diurug," sambungnya.