Berita Viral
Viral! Tak Hanya Penjual Es Teh, Gus Miftah Juga Hina Pembawa Kopi dengan Kata 'Najis' di Acara Sama
Selain hina penjual es teh keliling, ternyata di tempat yang sama pula Gus Miftah menghina satu orang lagi. Dia menghina seorang pembawa kopi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/esdvngikeljngbegb.jpg)
Setelah selesai menaruh kopinya, pria tersebut salim kepada Miftah Maulana.
Lalu, Miftah Maulana menyamakan pembawa kopi itu dengan najis setelah menyentuh tangannya.
"Makasih ya, Kang. Halah salaman barang. Aku golekke pasir nggo adus ping 7 bar disalami cah ra jelas iku mau. (Pakai salaman segala. Carikan aku pasir dong, buat mandi 7 kali karena habis diajak salaman anak nggak jelas itu)," kata Gus Miftah.
Baca juga: 26 Tahun Putrinya Hidup Tanpa Kekasih, Ibu Ini Viral Gegara Siap Beli Jodoh Buat Anaknya
Lantas, para tokoh agama yang berada di atas panggung itu tertawa mendengar ucapan Miftah Maulana.
Sontak, perilaku Miftah Maulana sebagai pendakwah sekaligus pejabat negara itu kembali menuai kecaman keras dari warganet.
Sebelumnya Gus Miftah mengatakan, ia akan meminta maaf langsung pada tukang es tersebut.
"Maka untuk itu, atas candaan kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung. Mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya," lanjut Gus Miftah.
Pria berusia 43 tahun ini juga meminta maaf kepada masyarakat.
"Saya juga meminta maaf pada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan," kata Gus Miftah.
Ia mengaku akan lebih berhati-hati lagi berbicara di depan publik.
Baca juga: 8 Profil Singkat Gubernur Gorontalo Sejak tahun 2001, Mulai dari Gubernur Definitif hingga Penjabat
Sosok Surhaji
Inilah sosok Surhaji, penjual es teh yang dihina Gus Miftah.
Mantan tukang kayu itu mengaku cuma dapat Rp10 ribu sehari dari berjualan es teh.
Hasil jualannya digunakan untuk membiayai dua anaknya bersekolah.
Surhaji pedagang es teh viral setelah jadi bahan olok-olokan Gus Miftah dalam sebuah acara dakwah di Magelang.