Berita Viral
Nelangsa Warga Babakan Sari, Bandung, Air Tak Mengalir Padahal Sudah Bayar PDAM Rp 300 Ribu
Nelangsa warga di desa Babakan Baru, Jawa Barat. Mereka telah membayar uang iuran tepat waktu dengan harga ratusan ribu, namun air tak juga mengalir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/erhywrjethr.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Nelangsa warga di desa Babakan Baru, Jawa Barat.
Mereka telah membayar uang iuran tepat waktu dengan harga ratusan ribu, namun air tak juga mengalir ke rumahnya.
Beberapa warga sudah melapor ke kantor PDAM namun tak ada perubahan.
Air tetap saja belum mengalir.
Baca juga: Penjaga Toko Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Pakai Foto Kapolda Demi Cari Istri dan Ngendorse di Medan
Krisis air bersih dihadapi warga Jalan Mekar Sari, Babakan Sari, Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, selama empat bulan.
Padahal mereka sudah rutin bayar iuran PDAM tiap bulannya.
Namun air tak kunjung mengalir di daerah tersebut.
Kondisi ini terjadi meski sudah masuk musim hujan.
Sebagian besar warga di kawasan tersebut merupakan pelanggan Perumda Tirtawening Kota Bandung.
Baca juga: Hendak Kabur Usai Tabrak Pejalan Kaki, Sopir Mobil Ini Digebuki Warga hingga Babak Belur di Medan
Sulitnya akses air bersih semakin menyulitkan, terutama bagi perempuan dan lansia.
Salah satu warga, Mahmud (75) mengungkapkan, air hanya keluar beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir.
"Bulan Agustus sampai September paling cuma tiga kali keluarnya. Bulan Oktober sampai November cuma satu kali (per bulan)," katanya saat ditemui di Masjid Miftahul Jannah, Babakan Sari, Senin (2/12/2024) lalu.
Mahmud terpaksa mengambil air dari masjid menggunakan jeriken dan gerobak.
"Paling ambil 35 jeriken untuk pemakaian satu minggu, diirit-irit," ucapnya.
Meski demikian, Mahmud tetap membayar iuran PDAM sekitar Rp40.000 hingga Rp60.000 per bulan.
Baca juga: 26 Tahun Putrinya Hidup Tanpa Kekasih, Ibu Ini Viral Gegara Siap Beli Jodoh Buat Anaknya
Warga lain, Noor Margiantini (63) juga kesal karena tetap membayar iuran hingga Rp300.000 per bulan meski air tidak mengalir.
"Bayar Rp300.000 per bulan, tapi enggak ada air. Padahal ini musim hujan. Giliran telat bayar didenda," keluhnya.
"Agustus-September masih ada, seminggu sekali ngocor airnya. Tapi Oktober-November ini sama sekali enggak ada," tambahnya.
Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, meninjau langsung lokasi tersebut.
Ia menyatakan, produksi air bersih belum kembali normal.
"Sejak Juni sampai hari ini, kapasitas produksi tidak normal. Juni sampai September masih kemarau, debit air di situ yang ada di atas tidak cukup."
Baca juga: Kecelakaan Maut, Kereta Api vs Ambulans di Kediri, 1 Orang Tewas di Tempat
"Sekarang sudah musim hujan, tapi belum sebulan. Jadi debit mata air belum meningkat signifikan," katanya.
Sonny memprediksi, debit air baru akan meningkat pada Januari 2025.
Sebagai solusi sementara, Perumda Tirtawening akan mengirim truk tangki air berkapasitas 5.000 hingga 4.000 liter ke lokasi pelanggan.
"Kami angkat tangan kalau harus mengalirkan air dari Instalasi Pengolahan Air Badaksinga lewat pipa."
"Jadi solusi jangka pendeknya, kalau ada lahan, kami akan pasang tangki besar volume 20 kubik."
"Kami alirkan dengan pompa, tapi kami masih menunggu lahan," jelasnya.
Perumda Tirtawening juga memberikan kompensasi berupa pemutihan dan penangguhan biaya abodemen.
"Untuk abodemen, kami sudah bilang, kalau tidak ada air akan kami putihkan. Yang pasti mereka tidak bayar air."
"Tapi untuk abodemen, nanti melalui RT RW akan kami data untuk dibebaskan," tandas Sonny.
Sebelumnya, curhatan ibu rumah tangga di Bekasi yang mengeluhkan tagihan air PDAM yang membengkak.
Ia mengaku kaget karena tagihan air PDAM yang harus dibayarkan lebih dari 10 kali lipat.
Baca juga: Jhony Saputra Viral, 23 Tahun Sudah Jadi Komisaris, Kekayaannya Ditaksir Rp 5 T, Begini Sosoknya
Padahal ia mengaku, air di lingkungan rumahnya sudah mati selama dua minggu.
Ibu-ibu itupun mengaku sudah berusaha mendatangi kantor PDAM namun tidak mendapatkan solusi apapun.
Ia kini hanya bisa pasrah, meski tak tahu harus mencari uang ke mana untuk membayarnya.
Akhirnya ia pun menceritakan curhatannya di media sosial.
Curhatannya lalu diposting oleh akun TikTok @tikha.paiker hingga viral dan jadi sorotan netizen.
Ibu rumah tangga ini memposting surat tagihan PDAM yang keluar pada bulan November 2024.
Pada lembar kertas tersebut, tertulis tagihan mencapai Rp1.202.600.
Kemudian ada biaya administrasi Rp 6.000 dan tidak ada denda yang harus dibayarkan.
Menurut dia, tagihan PDAM sebelumnya tak pernah setinggi itu.
Bahkan bulan lalu dirinya hanya membayar tagihan yang tidak sampai Rp100 ribu.
"Yaa Allah kenapa PDAM aku sebesar ini.
Baca juga: Tanpa Rasa Takut, Maling Motor di Medan Viral saat Mencuri, Aksi dan Wajahnya Terekam CCTV
Sampai Rp 1 juta lebih sedangkan bulan kemarin Rp 80 ibu," tulis akun TikTok tersebut.
Pdahal menurut dia, di rumahnya tidak ada kebocoran yang menyebabkan pemakaian air berlebihan.
"Padahal pemakaian sama aja kaya seperti biasa," tulisnya lagi.
Bahkan ia juga mengaku sudah mendatangi kantor PDAM untuk meminta solusi.
Namun dirinya tetap harus membayarkan tagihan sesuai yang sudah tercatat.
"Gak tau lagi bayarnya gimana, udah komplen ke kantornya katanya ga bisa apa-apa harus bayar segitu," tulis dia.
Pada laman komentar, ia menjelaskan kalau dirinya tinggal di daerah Bekasi.
Menurut netizen yang lain, biaya PDAM memang saat ini sedang naik, dan tidak ada pemberitahuan.
Meski begitu, pemilik akun tetap heran karena kenaikannya sangat fantastis.
Baca juga: Viral Selamatkan Lansia di Banjir, Kini Dapat Penghargaan, Begini Nasib Briptu Johanes
"TPI GK segitu juga kk 1juta lebih bulan kemaren 80rb naik banyak bangt kk.disni orang pada turun KK.aku naik kk," tulis dia.
Bahkan menurut dia, di daerah rumahnya hanya dia yang mendapat tagihan Rp1,2 juta tersebut.
"KK di sini yg mahal aku sendri yg lain pada turun KK.kerna pam mati 2minggu KK lh yg aku naik drastis kk," kata dia.
Ibu rumah tangga tersebut juga sudah meminta untuk dicek ulang meterannya.
Namun dari pihak PDAM mengatakan sudah sesuai.
"kantor nya aja kemaren aku datang ini Uda sesuai meteran kata nya.gk mau cek LG kk.dn Viva dekat rumah aku aja blm di cek.klu di rumah GK ada kebocoran KK," tulisnya.
Kemudian ia juga membuat video keluhan sambil meminta tolong ke Gerindra.
"Gerindra bisa gak turunkan bayaran PDAM aku karena gak masuk akal
dari bulan kemaren Rp 80 ribu bulan ini Rp 1 juta lebih
Udah datang ke kantornya, katanya gak bisa apa-apa harus bayar segitu," tulisnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Warga Kesal Sudah Bayar PDAM Rp300 Ribu, Tapi Air Tak Mengalir selama 4 Bulan: Giliran Telat Didenda
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.