Sabtu, 21 Maret 2026

HUT Provinsi Gorontalo

BREAKING NEWS: HUT Provinsi Gorontalo ke-24, Inilah Tonggak Sejarah hingga Asal Usul Nama Gorontalo 

Wilayah yang memisahkan diri dari Sulawesi Utara sejak 2000 ini memiliki tonggak sejarah.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: HUT Provinsi Gorontalo ke-24, Inilah Tonggak Sejarah hingga Asal Usul Nama Gorontalo 
TRIBUNGORONTALO/PRAILAKARAUWAN
Ilustrasi Patung Nani Wartabone di Lapangan Taruna Remaja Jalan Ahmad Yani, Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Hari ini tepat 24 tahun Provinsi Gorontalo berdiri.

Wilayah yang memisahkan diri dari Sulawesi Utara sejak 2000 ini memiliki tonggak sejarah.

Secara geografis, Provinsi Gorontalo terletak pada 0º 19’ 00” - 1º57’ 00” Lintang Utara dan 121º 23’ 00” - 125º 14’ 00” Bujur Timur.

Wilayah Gorontalo diapit Teluk Tomini di sebelah Selatan dan Laut Sulawesi Utara.

Sejarah Gorontalo 

Berdasarkan keterangan di laman resmi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Gorontalo menjelaskan, bahwa Gorontalo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu.

Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih dari 400 tahun lalu, yang menjadikan kota ini sebagai salah satu kota tua di Sulawesi, selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. 

Julukan “Serambi Madinah” untuk Kota Gorontalo ini sudah dimulai kisahnya sejak masa itu. 
Sebab, pada saat itu, Gorontalo dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur dari Ternate, Gorontalo, dan Bone.

Dengan seiring berjalannya waktu dan penyebaran agama Islam tersebut di sana, Gorontalo pun berubah menjadi pusat pendidikan dan perdangan masyarakat di wilayah sekitar. 

Di antaranya seperti Bolaang Mengondow (Sulawesi Utara), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulawesi Tengah), bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara. 

Selain dikarenakan penyebaran agama Islam yang mendorong pendidikan dan perdagangan di sana berkembang, Gorontalo juga memiliki letak yang strategis terhadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara). 

Kedudukan Kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango.

Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat sekarang. 

Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe kota Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B. 

Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam, maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow. 

Sebelum masa penjajahan, keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo. 
Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut "Pohala'a".

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved